Pandemi Covid-19 Berimbas Tertundanya Revitalisasi JPO Karet Sudirman
Pemerintah daerah menilai perlu adanya beberapa fasilitas tambahan untuk memberi kemudahan bagi penyandang disabilitas
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Agus Himawan
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melaksanakan revitalisasi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sudirman Tahap 2, di area CBD Karet Sudirman tahun ini. Perencanaan revitalisasi JPO Karet Sudirman ini telah dimulai bersamaan dengan revitalisasi tiga JPO sebelumnya di kawasan Senayan-Sudirman.
Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Setda Provinsi DKI Jakarta, Yusmada Faizal menyatakan, pelaksanaan revitalisasi di JPO Karet Sudirman sempat tertunda karena wabah pandemi Covid-19.
Kata dia, revitalisasi JPO Karet Sudirman merupakan kelanjutan dan kesatuan paket pembiayaan, bersama revitalisasi tiga JPO sebelumnya di kawasan Senayan Sudirman sebelum pandemi.
Baca juga: Pemkot Jakarta Pusat Berikan Sanksi Teguran Tertulis Dua Tempat Usaha yang Melanggar Jam Operasional
Baca juga: Tak Disangka Bima Arya Sugiarto Terlihat Keren Saat Pengoperasian Tol BORR Ruas Yasmin-Kayu Manis
Menurutnya, ada beberapa hal yang mendasari revitalisasi JPO Karet Sudirman tersebut, di antaranya untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pejalan kaki serta pengguna jalan.
"JPO ini penting untuk dilakukan pembenahan dengan penguatan struktur jembatan, karena struktur gelagar jembatan yang mengalami deformasi berlebihan. Jadi bila kita melintas di jembatan, akan terasa bergetar," kata Yusmada berdasarkan keterangan yang diterima pada Minggu (31/1/2021).
Di samping itu, kata Yusmada, pemerintah daerah menilai perlu adanya beberapa fasilitas tambahan untuk memberi kemudahan bagi penyandang disabilitas dan pengguna jalan berkebutuhan khusus. Di JPO ini akan disediakan lift untuk memudahkan penyandang disabilitas.
Selain itu juga dilakukan pelebaran dan perbaikan kelandaian, karena lebar ramp/tangga jembatan yang sempit dan curam, seringkali menimbulkan antrean panjang para pengguna jasa bus Transjakarta.
"Revitalisasi JPO Karet Sudirman juga ditujukan untuk peningkatan pelayanan mobilitas aktif, yaitu pejalan kaki dan pesepeda, dengan tujuan besar untuk mendorong penggunaan moda transportasi emisi rendah," ujarnya.
Baca juga: VIDEO Pengendara Tertib Lalu Lintas dan Taat Prokes Dapat Bingkisan dari Tim Pemburu Covid-19
Baca juga: LUNA Maya Puji Amanda Manopo dan Arya Saloka Pemeran Andin dan Aldebaran di Sinetron Ikatan Cinta
"Sebagai pengingat momen bersejarah Ibu Kota, JPO Karet Sudirman akan dilengkapi prasasti penghormatan kepada tenaga kesehatan yang telah berkorban dan berjuang melawan wabah pandemi COVID-19. Akan dibangun juga Anjungan Pandang Jakarta yang menunjukkan perkembangan Jakarta dulu, kini, dan nanti," tambahnya.
Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta berencana merevitalisasi jembatan penyeberangan orang (JPO) Karet Sudirman, Jakarta Pusat. JPO yang dibangun dengan tema Kapal Pinisi tersebut bertujuan untuk mengenang perjuangan dan pengorbanan tenaga medis dalam menangani pandemi Covid-19.
Dikutip dari akun Instagram resmi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, JPO ini juga dilengkapi dengan fasilitas jembatan penyeberangan sepeda (JPS) dan anjungan pandang Jakarta. Terdapat hub baru di area CBD Karet Sudirman antara pejalan kaki, pesepeda serta pengguna transportasi publik.
"JPO ini juga dilengkapi Lift kapasitas 3.000 kilogram yang dapat mengangkut delapan sepeda sekaligus pengendara, maupun penyandang disabilitas yang membutuhkan serta dilengkapi bike lounge," demikian yang terulis di akun Instagram resmi @binamargdki pada Jumat (29/1/2021).
Dinas Bina Marga DKI Jakarta menyatakan, jembatan penyeberangan orang (JPO) Karet Sudirman, Jakarta Pusat memang harus direvitalisasi. Pasalnya JPO tersebut merupakan konstruksi lama.
Baca juga: Harlah ke-95 Nahdlatul Ulama, Anies: Terus Berikan Pesan-pesan yang Meneduhkan dan Mempersatukan
Baca juga: Mendekati Imlek 2021, Pilih 3 Warna yang Mendatangkan Keberuntungan, Terutama Bagi 5 Shio Ini
"Ini revitalisasi JPO, dan karena JPO lama jadi memang strukturnya sudah perlu diperbaiki,” kata Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho melalui pesan singkatnya pada Jumat (29/1/2021).
Meski demikian, Hari tak menjelaskan berapa lama konstruksi JPO itu telah berdiri. Kata Hari, revitalisasi ini juga dilakukan untuk mengenang jasa tenaga kesehatan yang gugur dalam mengobati pasien Covid-19.
Hari memastikan, dana proyek revitalisasi JPO tidak bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) DKI Jakarta. "Jasa-jasa para pahlawan Covid-19 sudah rela mati demi mengobati pasien Covid-19 yang semakin tidak terkendali. Ini non APBD jadi pakai dana KLB (koefisien lantai bangunan)," ujar Hari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20180605kadis-bina-marga-dki-yusmada-faisal_20180605_204050.jpg)