Breaking News:

Banjir Bandang

Camat Cisarua Bogor Sudah Petakan Titik Rawan Bencana, Usulkan Relokasi Rumah Warga ke Tempat Aman 

Camat Cisarua Bogor sudah petakan titik rawan bencana, usulkan relokasi rumah warga ke tempat aman. 

Wartakotalive.com/Hironimus Rama
Camat Cisarua Bogor sudah petakan titik rawan bencana, usulkan relokasi rumah warga ke tempat aman. 

WARTAKOTALIVE.COM, CISARUA - Camat Cisarua Bogor sudah petakan titik rawan bencana. Camat pun mengusulkan relokasi rumah warga ke tempat yang aman.

Para pengungsi korban banjir bandang di Gunung Mas, Cisarua, Kabupaten Bogor mulai berangsur-angsur kembali ke rumah mereka pada Sabtu (23/1/2021).

Saat ini Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Bogor sedang melakukan pembersihan sisa material banjir bandang. 

Tanggul penghalang air  juga sudah mulai dibangun untuk mencegah banjir susulan.

Camat Cisarua, Deni Humaidi, mengatakan, setelah peristiwa banjir bandang ini pihaknya sudah memetakan titik-titik mana yang masuk zona merah

“Kawasan pemukiman yang rawan bencana atau masuk zona merah, kita rekomendasikan untuk direlokasi,” kata Deni kepada Wartakotalive.com, Senin (25/1/2021).

Selain itu, bersama Dinas PUPR, BPBD dan PTPN VIII, lanjut Deni, pihaknya melakukan penataan alur Sungai Cisampay.

“Saluran kali ini kan baru. Kita coba kembalikan ke asalnya. Alhamdulilah bantuan Pemerintah Kabupaten Bogor luar biasa,” paparnya.

Untuk rumah warga yang rusak, Deni menegaskan perusahaan akan memberikan bantuan perbaikan.

“Ini kan wilayah perusahaan. Kalau warga umum, pemerintah berikan bantuan. Tetapi karena ini wilayah perusahaan, maka mereka yang akan mengatur perbaikan rumah,” jelasnya.

Baca juga: Artis Asal Kota Bogor Hana Hanifah Ternyata Punya Hubungan dengan Bang Ocit

Deni belum bisa memperkirakan penyebab terjadinya banjir bandang di wilayah ini.

“Untuk sementara kan penyebabnya dari kejadian longsor di atas gunung kecil itu, terus hujan yang tiada henti,” ujarnya.

“Longsoran masuk ke danau yang agak kecil sehingga ketika terjadi luapan air dalam jumlah besar,” tambah Deni.

Meskipun demikian, pihaknya masih menunggu analisa para ahli untuk mengetahui faktor penyebab sesungguhnya.

“Kita belum tahu temuannya seperti apa. Tetapi sebelum sampai ke sana, saya ingin menyelesaikan dampak banjir ini dulu,” pungkas Deni.

Penulis: Hironimus Rama
Editor: Dodi Hasanuddin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved