Minggu, 7 Juni 2026

Thailand Open

Toyota Thailand Open: Ganda Campuran Indonesia Sisakan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja

Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia tersisa pasangan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja yang melaju ke perempatfinal Toyota Thailand Open 2021.

Tayang:
Penulis: Abdul Majid | Editor: Sigit Nugroho
Badminton Photo
Anthony Ginting kalah di babak kedua dari Lee Cheuk Yiu 21-19, 13-21, 21-12 di Toyota Thailand Open 

WARTAKOTALIVE.COM, BANGKOK - Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia tersisa pasangan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja yang melaju ke perempat final Toyota Thailand Open 2021.

Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja lolos ke babak perempat final usai menang atas Joshua Hurlburt-Yu/Josephine Wu (Kanada) dengan skor 21-17 dan 21-8.

Sementara, pasangan muda Indonesia Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso harus kandas babak kedua usai dikalahkan dari wakil Malaysia yang juga mengalahkannya pada pertandingan Yonex Thailand Terbuka 2021, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying.

“Permainan saya kurang sabar, terlalu buru-buru dan malah jadi banyak mati sendiri di gim kali ini. Jadi kurang puas, karena seharusnya bisa lebih baik dari ini. Kalau dari segi permainan menurut saya lebih baik di Yonex Thailand Terbuka sebelumnya,” kata Adnan dalam pernyataan resminya, Kamis (21/1/2021).

Sedangkan, pasangan andalan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti  tersingkir lebih dulu di babak pertama oleh wakil Prancis, Thom Gicquel/Delphine Delrue, dengan skor 14-21, 21-9, dan 21-13.

Pelatih ganda campuran Indonesia, Nova Widianto, mengatakan bahwa target Adnan/Mychelle belum tercapai di series Thailand kali ini, karena sejak awal mereka dibebani masuk hingga perempat final.

“Target Adnan/Michelle itu delapan besar. Jadi, mereka harus tembus mengalahkan pemain unggulan untuk melaju ke delapan besar dan ternyata belum berhasil. Sehingga, pada dua turnamen ini targetnya belum tercapai. Masih banyak pekerjaan rumah yang perlu diperbaiki,” jelas Nova.

Sementara itu, Nova Widianto meluapkan rasa kecewanya terhadap Praveen/Melati yang bermain kurang maksimal dan cenderung kerap melakukan kesalahan sendiri sehingga kandas di babak pertama.

“Hasil Jordan/Meli tidak maksimal di dua pertandingan ini. Kendala permainan juga masih sama, banyak membuang poin gampang. Tapi yang kelihatan dari komunikasi dan gregetnya kurang. Kita tidak masalah hasil, asal main sudah maksimal,” kata Nova.

“Pada dua pertandingan ini, saya lihat gregetnya jauh, tidak seperti waktu All England. Dalam keadaan tertekan, mereka jadi gampang menyerah. Dari segi permainan, musuh sudah pasti mempelajari keunggulan dari Jordan/Meli dan mereka kurang siap dengan itu,” papar Nova.

Meski vakum berlaga sejak pandemi Covid-19, Maret 2020, hal itu tidak bisa menjadi alasan kekalahan para pemain.

Inilah yang menjadi tugas untuk para pelatih untuk membenahi.

“Lama tidak bertanding dan karantina di sini tidak bisa menjadi alasan, karena semua pemain juga mengalami. Evaluasi sementara, semua yang sudah kalah selama dua turnamen ini hasilnya mengecewakan. Tapi ini tetap menjadi tanggung jawab kita sebagai pelatih,” pungkas Nova.

Akui Kekuatan Lawan

Kekalahan juga dialami tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved