Breaking News:

PT Antam Ajukan Banding Putusan PN Surabaya Soal Gugatan Budi Said Emas 1,1 Ton

PT Antam memilih banding atas kasus gugatan 1 ton emas dari Budi Said atas putusan Pengadilan Negeri Surabaya

Editor: Dian Anditya Mutiara
PT Antam TBK
Ilustrasi -- PT Antam banding atas putusan PN Surabaya atas gugatan Budi Said 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Kasus Budi Said yang menggugat PT Aneka Tambang Tbk membayar ganti rugi 1 ton emas masih bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Pihak PT Aneka Tambang (Persero) Tbk memilih mengajukan banding atas putusan PN Surabaya yang memenangkan pengusaha Surabaya yang mengaku menerima diskon dari oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut. 

"Saat ini tim kami sudah di Surabaya untuk melakukan proses banding. Semoga berjalan lancar karena PN Surabaya sedang lockdown pasca keluarnya putusan yang menghukum Antam," ujar Kuasa Hukum PT. Antam Tbk, Harry Ponto dalam pernyataan yang diterima Tribunnews, Kamis(21/1/2021).

Harry Ponto menegaskan penjualan emas kepada pengusaha Budi Said sudah sesuai prosedur yang ada. 

Baca juga: Ini Daftar Harga Emas Antam Hari Ini, Kamis 21 Januari 2021, Naik Rp 9.000 per Gram

Emas yang diterima Budi Said kata Harry sudah sesuai dengan harga yang dibayarkan.

Karena itu, ia menyesalkan PN Surabaya yang malah menghukum Antam Tbk yang merupakan badan usaha milik negara.

Dalam pandangannya, ada hal-hal janggal yang ditemukan selama proses persidangan.

"Ada sejumlah hal janggal dari proses persidangan ini. Tidak benar jika Antam sebagai bagian dari perusahaan negara harus bertanggung jawab atas hal yang tidak seharusnya. Kami akan meneliti kembali kasus ini. Apalagi, kasus ini berpotensi merugikan keuangan negara," ujarnya.

Sebagai pengingat, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya memenangkan gugatan perkara perdata seorang pengusaha asal Surabaya Budi Said atas PT Aneka Tambang (Antam) Persero Tbk.

Baca juga: Harga Emas Beli Batangan Hari Senin (18/1) yang Dijual di Pegadaian dari Antam dan UBS

Karena gugatan itu, PT Antam Tbk diminta membayar kerugian Rp 817,4 miliar (Rp 817.465.600.000) atau setara 1,1 ton emas kepada Budi Said yang juga adalah Direktur Utama PT Tridjaya Kartika Grup.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved