Breaking News:

Berita Bekasi

Kisruh BST, Risma Minta Pemda Perbarui Data Warga yang Belum Terdaftar Sebagai Penerima Bantuan

Kisruh BST, Risma Minta Pemda Segera Perbarui Data Warga yang Belum Terdaftar Sebagai Penerima Bantuan

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Menteri Sosial Tri Rismaharini saat mengantarkan 15 oramg PPKS bekerja di PT Waskita Karya, Bekasi Selatan, Kamis (21/1/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI SELATAN - Menteri Sosial Tri Rismaharini meminta agar pemerintah daerah (Pemda) segera memperbarui data warga-warga yang belum terdaftar sebagai penerima bantuan sosial tunai (BST).

Alasannya, agar tak terjadi lagi penyelewengan dana BST sehingga jatah KPM yang sebelumnya dipotong oleh oknum pengurus RW untuk diberikan kepada warga yang belum terdaftar, bisa diterima secara utuh sebesar Rp 300.000.

"Tapi data itu harus diperbaiki lagi. Jadi kalau ada yang mau masukin, lewat pemdanya yang diketahui oleh gubernur," kata Risma saat ditemui di Bekasi, Kamis (21/1/2021).

Risma mengatakan sejak program BST diluncurkan, pada dasarnya pemerintah daerah dan jajaran di tingkat terbawah memiliki waktu selama dua pekan untuk mengajukan pembaruan data.

Khususnya bagi warga yang belum terdaftar di sistem DTKS maupun non-DTKS, yakni pada minggu pertama dan kedua di setiap bulannya.

Baca juga: Legislator Minta Pemprov DKI Cek Seluruh Sistem Pengendalian Banjir Antisipasi Cuaca Ekstrem

Kemudian di minggu ke tiga, pihaknya akan mengadakan evaluasi dengan pemangku kepentingan untuk memverifikasi data, sehingga di pekan ke empat, dana BST bisa segera diserahkan kepada Bank Himbara dan PT Pos Indonesia selaku distributor.

"Jadi kalau RT/RW mau mengajukan (KPM baru), silahkan. Sekarang daerah bisa perbaiki data setiap Senin sampai Rabu di minggu ke dua. Nanti minggu ketiga kami evaluasi dengan Himbara dan PT Pos daerah. Lalu minggu ke empat, kami transfer dari keuangan kemensos ke Bank Himbara dan PT Pos, sehingga masuk awal Februari nanti tidak ada keterlambatan," tuturnya.

Baca juga: Penghormatan Terakhir Kopilot Sriwijaya Air, Rekan Kerja Antar Jenazah Diego Mamahit ke Liang Kubur

Ke depannya, Risma menyatakan bakal membuat sistem agar pengurus RT atau RW bisa memperbarui data secara daring melalui sistem.

"Nanti akan kami buat agar RT atau RW bisa memasukan sendiri. Tapi tetap ada verifikatornya. Saya juga enggak mau kena salah. Ini sistem yang harus kita siapkan. Karena nanti (kalau) sekian ribu RW masukin data, bisa jebol sistem kita kalau enggak siap," ujar Risma. (abs)

 
 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved