Selasa, 7 April 2026

Berita Jakarta

Legislator Minta Pemprov DKI Cek Seluruh Sistem Pengendalian Banjir Antisipasi Cuaca Ekstrem

Legislator Minta Pemprov DKI Cek Seluruh Sistem Pengendalian Banjir Antisipasi Cuaca Ekstrem. Berikut Selengkapnya

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Pemukiman warga di Kebon Pala, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (7/12/2020) terendam banjir. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Legislator DKI Jakarta meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk mengecek seluruh sistem pengendalian banjir di Jakarta.

Hal tersebut merujuk cuaca ekstrem yang semakin intens di Ibu Kota.

“Langkah yang sudah dilakukan untuk mengendalikan banjir mesti dicek, diintensifkan dan juga mitigasi bencana diperkuat,” ujar Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Dedi Supriadi berdasarkan keterangannya pada Kamis (21/1/2021).

Politisi dari Fraksi PKS ini juga menyarankan DKI untuk lebih pro-aktif dan antisipatif menghadapi potensi curah hujan tinggi ini.

Sinergi antara seluruh pihak diungkapkannya harus makin kuat, khususnya Dinas Sumber Daya Air (SDA), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

“Tahun 2020 lalu Jakarta mengalami banjir cukup besar pada awal januari hingga Februari dengan curah hujan terbesar dalam 30 tahun terakhir,” katanya yang membidangi soal pembangunan di Jakarta ini.

Menurutnya, ada beberapa hal mesti dilakukan Pemprov. Pertama, fasilitas pompa banjir yang berada di titik-titik rawan banjir harus dipastikan berfungsi dengan baik.

Kedua, Sistem Polder (khususnya tanggul dan kolam retensi) di kawasan utara Jakarta serta setu dan waduk-waduk yang ada di Jakarta perlu diperiksa untuk memastikan daya tampungnya cukup optimal dalam menampung limpahan air.

Ketiga, memastikan berfungsinya peralatan untuk memantau curah hujan dan pergerakan ketinggian air pada titik-titik yang menjadi pusat aliran air di Jakarta seperti di wilayah perbatasan dengan Jawa Barat.

Baca juga: Penghormatan Terakhir Kopilot Sriwijaya Air, Rekan Kerja Antar Jenazah Diego Mamahit ke Liang Kubur

Keempat, terkait kemungkinan terjadinya banjir yang menyebabkan warga harus mengungsi, dan di saat yang sama kondisi DKI masih pada puncak pandemi covid-19, sehingga perlu perhatian ekstra dari Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan.

Perlu diantisipasi jangan sampai tempat pengungsian korban banjir menjadi klaster penularan Covid-19.

“Selain itu pengerukan danau, setu, sungai dan kali serta pengangkutan lumpur di gorong-gorong masih tetap harus dilakukan,” ungkapnya.

Seperti diketahui Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini di DKI Jakarta dan sekitarnya berpotensi mengalami cuaca ekstrem yakni hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang. (faf)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved