Breaking News
Sabtu, 11 April 2026

Hasil Pilkada Depok

Imam Budi Hartono Buka Rahasia Kemenangan dan Kekalahan di Pilkada Depok 2020

Imam Budi Hartono buka rahasia kemenangan dan kekalahan di Pilkada Depok 2020.

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Dodi Hasanuddin
Wartakotalive.com/Vini Rizki Amelia
Imam Budi Hartono buka rahasia kemenangan dan kekalahan di Pilkada Depok 2020. 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Imam Budi Hartono membuka rahasia kemenangan dan kekalahan di Pilkada Depok 2020.

Pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 Kota Depok, pasangan calon atau paslon Mohammad Idris-Imam Budi Hartono berhasil mengungguli lawan politiknya yakni Pradi Supriatna-Afifah Alia. 

Dari 11 kecamatan, cuma di Kecamatan Limo Idris-Imam gagal memperoleh suara terbanyak.

Mereka hanya mengantongi 18.454 suara sedangkan Pradi-Afifah, paslon nomor urut 01, mendapatkan 21.007 suara. 

Kepada Warta Kota, Imam menyebut kekalahan itu sudah diprediksi oleh tim pemenangan paslon Idris-Imam.

"Dari hasil survei (internal) memang (di) Limo ini kami kalah dan memang selalu (di) Limo lagi, Limo lagi (yang kalah)," kata Imam di kediamannya Grand Depok City, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat belum lama ini.

Menurutnya, kekalahan tersebut diakibatkan ketokohan dari seorang warga yang mendukung paslon lawan. Alhasil, paslon nomor urut 02 ini kurang menguasai suara di Kecamatan Limo.

"Bukan ketokohan dari paslonnya (Pradi-Afifah) ya, tapi ada tokoh yang membawa dampak pemilih untuk memilih paslon lawan," ujarnya.

Tak hanya Limo, Wakil Karang Taruna Jawa Barat ini mengatakan, tim pemenangan paslon Idris-Imam sebelumnya memprediksi mereka juga bakal tumbang di Kecamatan Beji.

Baca juga: Menyemat Penyintas Covid-19, Wali Kota Depok Mohammad Idris Sebut Cara Ampuh Tingkatkan Imunitas

Pasalnya, Beji merupakan wilayah yang menjadi gerbong dari Partai Gerindra--salah satu partai politik pengusung paslon 01--dan masuk ke dalam wilayah rumah Pradi.

Tapi khusus di Beji, mantan Ketua Komisi IV DPRD Jawa Barat ini mengaku dirinya langsung menggempur habis-habisan pada akhir masa kampanye, tepatnya pada 5 Desember 2020 lalu.

Saat itu, ia melakukan door to door atau menyambangi rumah warga untuk berkampanye dan mendengar aspirasi warga Depok di wilayah tersebut. 

Hasilnya, paslon Idris-Imam meraih 32.830 suara sedangkan Pradi-Afifah "hanya" mendapatkan 29.340 suara.

"Di akhir-akhir masa kampanye itu kami terjun habis-habisan. Saya datangi langsung rumah-rumah warga karena memang dari hasil survei kami, warga di sana senangnya kalau ditemui langsung," ucapnya.

Baca juga: PMI Kota Depok Sebut Pendonor Darah Plasma Konvalesen Harus Berbobot 60 Kilogram

Mengapa metode tersebut tak dilakukan di Kecamatan Limo? Imam beralasan waktu kampanye sudah mepet. 

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved