Breaking News:

Berita Jakarta

Pemerhati Arsitektur dan Cagar Budaya Dapat Pelatihan dari Belanda Soal Pengelolaan Kota Tua Jakarta

Pemerhati arsitektur dan cagar budaya dapat pelatihan dari Belanda soal pengelolaan Kota Tua Jakarta.

Penulis: Dodi Hasanuddin | Editor: Dodi Hasanuddin
Wartakotalive.com/Dodi Hasanuddin
Pemerhati arsitektur dan cagar budaya dapat pelatihan dari Belanda soal pengelolaan Kota Tua Jakarta. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemerhati arsitektur dan cagar budaya dapat pelatihan dari Belanda soal pengelolaan Kota Tua Jakarta.

Sebanyak 20 staf Pusat Dokumentasi Arsitektur (PDA) beserta pemerhati cagar budaya dari beberapa kota di Indonesia, mendapatkan beasiswa StuNed dari Pemerintah Belanda untuk mengikuti pelatihan Heritage and Economic Development.

Penyerahan beasiswa secara daring disampaikan oleh Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl, kepada Nadia Rinandi, Direktur Eksekutif PDA, bersamaan dengan pembukaan pelatihan yang dihadiri oleh Alonso Ayala, Ahli Senior  The Institute for Housing and Urban Development Studies (IHS).

Direktur Eksekutif PDA, Nadia Rinandi, mengatakan, pelestarian cagar budaya merupakan tanggung jawab penting untuk menjaga nilai sejarah yang akan diwariskan turun-temurun dan dapat menjadi aset untuk pembangunan kota.

Tetapi banyak pemerintah daerah yang kekurangan tenaga yang menguasai pengelolaan cagar budaya yang selaras dengan pemberdayaan perekonomian setempat.

Hal ini mendorong Pusat Dokumentasi Arsitektur, yang merupakan lembaga pemerhati arsitektur Indonesia, khususnya kawasan cagar budaya, untuk mengajukan pelatihan pengelolaan cagar budaya yang selaras dengan pengembangan ekonomi setempat, kepada Nuffic Neso Indonesia.

“Saat pelatihan, kami akan uji cobakan membuat perencanaan pengelolaan cagar budaya Kota Tua Jakarta. Kemudian, hasil pelatihan ini nanti akan berupa manual  pengelolaan cagar budaya, untuk kami sebar ke pengelola cagar budaya di kota-kota lainnya.” kata Nadia Rinandi saat acara pembukaan pelatihan, Rabu (20/1/2021).

Baca juga: Mesti Jadi Pelaksana Tugas, Marullah Diberikan Secara Penuh Fungsi Sebagai Wali Kota Jaksel

The Institute for Housing and Urban Development Studies (IHS), bagian dari Universitas Erasmus di kota Rotterdam, Belanda, dipilih karena mempunyai banyak pakar di bidang manajemen perkotaan.

“Pengelolaan cagar budaya merupakan salah satu bagian manajemen perkotaan.” ungkap Alonso Ayala dalam kesempatan yang sama.

Pengelolaan cagar budaya melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Untuk itu, PDA mengajak peserta pelatihan juga dari berbagai lembaga swadaya masyarakat (LSM), pemerintah pusat (Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), pemerintah daerah (Jakarta, Depok), universitas (Universitas Indonesia, Universitas Riau, Universitas PGRI Semarang, Universitas Hindu Indonesia Denpasar, UNS Surakarta, serta Universitas Pembangunan Panca Budi Medan), serta komunitas wiraswasta Kota Tua. 

Dalam kesempatan yang sama, Peter van Tuijl mengutarakan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk kerja sama Belanda dan Indonesia di bidang peningkatan ekonomi.

“Selain pengembangan Kota Tua Jakarta, StuNed juga mendukung bidang pengembangan pariwisata di danau Toba. Pariwisata sangat penting untuk peningkatan ekonomi masyarakat sekitar” tambahnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved