Breaking News:

Tips Otomotif

Awas, Jangan Pernah Paksa Mobil Mesin Diesel Jalan Saat Indikator Solar E, Ini Akibatnya

Mobil bermesin bensin masih bisa dikendarai meskipun dalam situasi bahan bakar minyak (BBM) yang nyaris habis. Bagaimana dengan mobil mesin diesel?

Istimewa
ILUSTRASI Indikator jarum bahan bakar menunjuk huruf 'E'. Jika Anda mengendarai mobil bermesin diesel, jangan paksakan jalan bila indikator solar di 'E'. 

"Di mesin diesel itu tidak ada pompa untuk mengalirkan solar ke mesin seperti bensin, mesin diesel menggunakan sistem vakum pada jalur bahan bakar yang berfungsi untuk menyedot udara...”

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Mobil bermesin bensin masih bisa dikendarai meskipun dalam situasi bahan bakar minyak (BBM) yang nyaris habis.

Tapi, jangan sekali-sekali itu dilakukan saat Anda mengendarai mobil bermesin diesel.

Khusus untuk mobil ini, jangan dipaksa berjalan dengan kondisi tangki yang minim bahan bakar atau saat indikator bensin sudah ada dalam posisi E.

Mengapa?

Baca juga: Awas, Jangan Injak Rem Saat Ban Pecah di Jalan Tol, Lebih Baik Injak Gas dan Tahan Setir, Lho Kok?!

Baca juga: Tahu Ngga, Kenapa Bus Tidak Mematikan Mesinnya ketika Mengisi Solar di SPBU? Ini Alasannya

Baca juga: Mobil dengan Transmisi Matik Lebih Irit Dibanding Transmisi Manual, Benarkah?

Isuzu Panther
Isuzu Panther (Istimewa)

Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi mengatakan, menggunakan mobil diesel dalam kondisi bahan bakar yang menipis bisa membuat mobil ‘masuk angin’.

“Berbeda dengan mesin bensin. Di mesin diesel itu tidak ada pompa untuk mengalirkan solar ke mesin seperti bensin, mesin diesel menggunakan sistem vakum pada jalur bahan bakar yang berfungsi untuk menyedot udara,” ujar Didi belum lama ini saat dihubungi Kompas.com.

Baca juga: Avanza Masih di Puncak, Nissan Livina Geser Xenia dan Ertiga, Ini Daftar Low MPV Paling Laku 2020

Baca juga: Honda Mobilio dan BR-V Mulai Meredup, Honda Indonesia: Kita Tunggu Tanggal Mainnya

Baca juga: Berlaku Mulai 24 Januari, Ini 6 Bengkel Resmi Mercedes-Benz di Jakarta yang Layani Uji Emisi

Ketika bahan bakar sudah menipis, otomatis vakum akan menyedot udara yang dialirkan ke injektor nozzel.

Efek dari masuknya udara akan mengakibatkan penurunan solar ke ruang bakar, kondisi ini akan menyebabkan tenaga mobil terasa loyo karena terisi udara, bahkan bisa membuat mesin mobil mati.

“Saat hal ini sudah terjadi, ketika diisi bahan bakar mobil akan susah hidup karena saluran bahan bakar sudah terkontaminasi udara,” kata Didi.

Baca juga: Ini Ragam Layanan Darurat 24 Jam Royal Enfield di Indonesia, dari Kerusakan Mesin hingga Kecelakaan

Baca juga: Didukung Avanza, Rush, dan Innova, Ini Strategi Toyota Indonesia Dominasi Pasar Mobil Tanah Air 2020

Toyota Fortuner
Toyota Fortuner (carsifu.com)

Harus dipompa manual

Selain itu bukan hanya perfoma mesin saja yang turun.

Hal yang lebih merepotkannya lagi, saat mesin sudah tidak bisa hidup maka harus dilakukan pompa manual dengan priming pump yang ada di atas filter solar.

“Harus dibuang terlebih dahulu udaranya, karena percuma saja, walaupun mobil sudah diisi solar tidak akan bisa hidup mesinnya. Harus bongkar dan memompa secara manual agar udara bisa keluar,” ujar Didi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jangan Paksa Mobil Mesin Diesel Jalan Saat Indikator Solar E" Penulis: Aprida Mega Nanda

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved