Senin, 13 April 2026

Berita Nasional

Doni Monardo Ingatkan Artis di Acara Televisi yang Pakai Face Shield Cuma Buat Tunjang Penampilan

Doni berharap, stasiun televisi dapat memberikan contoh yang baik dan benar dalam menerapkan protokol kesehatan

Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Mochammad Dipa
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo, saat konferensi pers virtual Evaluasi Penerapan Protokol Kesehatan pada Lembaga Penyiaran, Rabu (13/1/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pandemi Covid-19 belum mereda di Indonesia. Maka dari itu, semua pihak
wajib disiplin menerapkan  protokol kesehatan , tak terkecuali di dalam  siaran  televisi maupun media
penyiaran lainnya.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo meminta kepada seluruh media,
terutama lembaga penyiaran atau stasiun televisi untuk terus menerapkan protokol kesehatan secara
ketat dan benar.

Pernyataan ini buntut dari ramainya pembicaraan di media sosial tentang sejumlah acara di televisi dimana ada pengisi acara yang dianggap hanya mementingkan gaya ketimbang menaati protokol kesehatan.

Ia berharap, stasiun televisi dapat memberikan contoh yang baik dan benar dalam menerapkan protokol
kesehatan melalui program tayangan televisi yang mereka siarkan.

Baca juga: Saat Disuntik Vaksin Covid-19 Tidak Sakit, Dua Jam Kemudian Presiden Jokowi Mulai Merasakan Sesuatu

“Saya pikir semuanya sudah menyadari dan paham, tapi saya cuma ingin minta satu hal, apa yang dilihat
oleh masyarakat kita itulah yang diharapkan untuk diberikan contoh,” ujar Doni saat konferensi pers
virtual Evaluasi Penerapan Protokol Kesehatan pada Lembaga Penyiaran, Rabu (13/1/2021).

Doni juga meminta untuk mengubah penampilan para artis atau siapapun yang terlibat dalam suatu
produksi tayangan televisi dengan penerapan protokol kesehatan yang tepat.

“Inilah yang kami harapkan, saya nggak minta lama-lama kok paling nggak dua sampai tiga minggu saja,
kita rubah total penampilan kita di televisi. Terutama acara variety show yang melibatkan artis idola
masyarakat. Karena masyarakat Indonesia 95 persen itu suka menonton dan meniru, jadi apa yang
ditayangkan di televisi ya ditiru,” sebutnya.

Baca juga: Waduh, Sejumlah Nakes RSU Kota Tangsel Belum Tercatat sebagai Peserta Vaksinasi Covid-19

Ubah penampilan di televisi

Ia menambahkan, berdasarkan riset bahwa 63 persen keberhasilan sosialisasi dalam penanganan Covid-
19 ada di media.

Jika sosialisasi yang kita terapkan belum berhasil, menurut Doni, media juga harus
bertanggung jawab.

“Jadi apa yang ditayangkan oleh stasiun televisi dan disaksikan masyarakat, itulah yang masyarakat tahu.
Masyarakat tidak tahu apakah (para pengisi acara) sudah tes swab antigen, apakah negatif Covid-19
dengan test PCR, yang mereka tahu adalah jaraknya dekat-dekat, nggak pakai masker, adapun pakai face
shield diangkat ke belakang,” jelasnya.

Baca juga: Ernest Prakasa Dukung Raffi Ahmad yang Jadi Gunjingan setelah Masuk Kloter Pertama Penerima Vaksin

Prokes tidak boleh dijadikan barang mainan

Doni juga menegaskan, bahwa protokol kesehatan tidak boleh dijadikan ‘barang mainan’ ataupun dibuat
bahan bercandaan. Lakukan penerapan 3M (mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak)
dengan benar

“Prokes jangan dibuat bercanda, jangan dibuat mainan, pakai masker tapi dipelorotin. Mari kita berlatih
pakai masker yang benar,” ujarnya.

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM-UI) Prof dr
Meiwita Paulina Budiharsana, MPA, PhD mengatakan bahwa ada baiknya lembaga penyiaran selalu
memberikan informasi kepada masyarakat bahwa pihaknya telah melakukan tes Covid-19 pada setiap
program tayangan televisi.

Baca juga: John Kei Sampaikan Satu Pesan Penting kepada Puluhan Kuasa Hukumnya sebelum Jalani Sidang

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved