VIDEO Gunung Merapi Kembali Menyemburkan Awan Panas
Berdasarkan laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi Yogyakarta, hingga pukul 18.00 WIB sudah terjadi 4 kali.
WARTAKOTALIVE.COM -- Gunung Merapi kembali menyemburkan awan panas pada Kamis (7/1/2021).
Semburan awan panas terpantau dari wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah pada tanggal 07 Januari 2021 pukul 08.02 WIB namun tinggi kolom abu tidak teramati.
Berdasarkan laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, hingga pukul 18.00 WIB sudah terjadi 4 kali awan panas guguran.
Awan Panas guguran terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi ± 2 menit 34 detik.
Saat ini gunung Merapi berada pada Status Level III (Siaga) Pemerintah Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten agar mempersiapkan segala sesuatu yang terkait dengan upaya mitigasi bencana akibat letusan gunung Merapi yang bisa terjadi setiap saat.
Jika terjadi perubahan aktivitas gunung Merapi yang signifikan, maka status aktivitas gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.
Sementara itu uguran awan panas pertama Gunung Merapi Kamis lalu terjadi terjadi pukul 08.02 WIB, lalu disusul pada pukul 12.50 WIB, 13.15 WIB, dan 14.02 WIB.
Baca juga: Ganjar Minta BPBD di Sekitar Gunung Merapi Pastikan Kondisi Pengungsi dan Tempat Pengungsian
Adapun jarak luncur awan panas maksimal 400 meter. Arah luncuran ke Kali Krasak, tinggi kolom 200 meter.
Amplitudo awan panas guguran terpantau antara 10-28 mm dan durasi 93-154 detik.
Selain itu, pada periode Kamis (7/1/2021) pukul 12.00-18.00 WIB, kegempaan yang terjadi pada Gunung Merapi di antaranya 46 gempa guguran, 39 gempa hembusan, 93 gempa hybrid/fase banyak, dan 11 gempa vulkanik dangkal.
Baca juga: Korlantas Polri Beri Bantuan 3.150 Paket Sembako ke Korban Erupsi Merapi Serta Penyembuhan Trauma
Cuaca Gunung Merapi pada periode tersebut berawan, mendung, dan hujan.
Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat daya.
Suhu udara 15-26 °C, kelembaban udara 70-95 persen, dan tekanan udara 565-685 mmHg. Volume curah hujan 15 mm per hari.
Secara visual, gunung jelas, kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III.
Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 20 m di atas puncak kawah.
Baca juga: Dilaporkan Aktivitas Vulkanis Gunung Merapi Terus Meningkat, Begini Kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/awan-panas-guguran-gunung-merapi-yang-terjadi-kamis-712021-pukul-1250-wib.jpg)