Berita Jakarta
Setelah Produsen Mogok, Harga Tempe dan Tahu di Jakarta Barat Naik 20 Persen
Kepala Sudin KPKP Jakarta Barat Iwan Indriyanto mengaku sudah memeriksa stok tahu dan tempe di beberapa pasar di Jakarta Barat.
Penulis: Desy Selviany | Editor: Feryanto Hadi
WARTAKOTALIVE.COM, PALMERAH -Setelah hilang tiga hari, tahu dan tempe mulai muncul di pasaran kawasan Jakarta Barat. Akan tetapi ada kenaikan 10 sampai 20 persen untuk kedua produk olahan kedelai tersebut.
Kepala Sudin Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat Iwan Indriyanto mengaku sudah memeriksa stok tahu dan tempe di beberapa pasar di Jakarta Barat.
Hasilnya sejak Senin (4/1/2021) sudah mulai terlihat ketersediaan tempe dan tahu di pasaran.
"Hasil pemantauan, dari hari Senin lalu ketersediaan tahu dan tempe sudah ada namun dengan penyesuaian harga baru," tutur Iwan dikonfirmasi Rabu (6/1/2021).
Baca juga: Kendati Harga Tempe Melonjak, Sudin KPKP Jakut Pastikan Ketersediaan Tempe Aman
Baca juga: Usai Risma Blusukan, Tunawisma Bermunculan di Sudirman-Thamrin, Mondar-mandir di Jalur Protokol
Untuk harga tempe naik 20 persen dari harga normal sebelum ada kenaikan harga kedelai.
Kenaikan juga terjadi pada tahu sekira 10 sampai 20 persen dari harga awal.
Kenaikan terlihat di sejumlah pasar tradisional di Jakarta Barat yang disidak oleh Sudin KPKP.
Misalnya saja di Pasar Slipi, Pasar Ganefo, Pasar Kalideres, Pasar Pos Pengumben, Pasar Kemiri Kembangan Utara dan Pasar Tomang Barat.
Baca juga: NGERI, Ular Sanca Tiba-tiba Jatuh di Kepala saat Yani Memandikan Anaknya di Dalam Rumah
Sudin KPKP Jakarta Barat bukan hanya melihat kenaikan harga tempe dan tahu.
Harga cabai rawit juga terlihat merangkak naik sejak Minggu (3/1/2021) sampai Selasa (5/1/2021).
Kenaikan sekira 10 ribu perons.
"Namun pada Rabu ini harga cabai rawit mulai sedikit demi sedikit menurun," tuturnya.
Iwan menjamin pihaknya juga sudah memeriksa orinisalitas dari cabai rawit merah di pasaran.
Baca juga: Abu Bakar Baasyir Bebas Murni 8 Januari 2021, Ini Total Remisinya
Hasilnya tidak ditemukan adanya indikasi cabai rawit merah yang diberi pewarna oleh pedagang.
Diberitakan sebelumnya ribuan pengrajin tempe dan tahu sejabodetabek gelar mogok produksi Sabtu (2/1/2021).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20160301-tempe_20160301_134140.jpg)