Mendikbud Nadiem Makarim Pastikan CPNS Guru Tetap Ada

Mendikbud Nadiem Makarim menegaskan formasi CPNS guru tetap ada dan tidak dihilangkan

Editor: Ign Prayoga
Twitter@Kemdikbud_RI
Mendikbud Nadiem Makarim memimpin rapat untuk pertama kalinya, Kamis (24/10/2019). Pada Selasa (5/1/2021), Nadiem Makarim menyatakan bahwa formasi guru tidak dihilangkan dari seleksi CPNS. 

WARTAKOTALIVE.COM, PALMERAH -- Rencana pemerintah merekrut satu juta guru lewat program pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di tahun 2021, menuai pro dan kontra.

Plt Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Hukum, dan Kerja Sama Badan Kepegawaian Negara (BKN) Paryono mengatakan, perekrutan guru PPPK dilakukan karena saat ini muncul keluhan kekurangan guru dan tak meratanya distribusi guru di daerah.

“Kebutuhan mendesak pengangkatan PPPK dalam jabatan guru disebabkan timbulnya keluhan kekurangan guru dan tidak meratanya distribusi guru di daerah,” kata Paryono lewat siaran pers, Selasa (5/1/2021).

Oleh karena itu, pengisian jabatan guru dengan menggunakan skema PPPK pun dinilai tepat. Para guru yang direkrut melalui skema PPPK haknya tidak berkurang sebagai aparatur sipil negara (ASN).

“PPPK akan memperoleh hak pendapatan berupa gaji dan tunjangan dengan besaran yang sama seperti PNS sesuai dengan level dan kelompok jabatan,” ujar Paryono.

Paryono menjelaskan, UU No 5 Tahun 2014 tentang ASN menyatakan bahwa ASN (state civil apparatus) terdiri dari pegawai negeri sipil/PNS (civil servants) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja/PPPK (government workers).

“PNS dan PPPK memiliki kedudukan, tugas, dan tanggung jawab yang setara dalam pelayanan publik,” kata dia.

Paryono menambahkan, PNS lebih difokuskan kepada pembuatan keputusan atau kebijakan melalui posisi manajerial. Sedangkan PPPK fokus pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan mendorong percepatan peningkatan profesionalisme serta kinerja instansi pemerintah.

Apabila merujuk sistem manajemen ASN di negara maju, skema PPPK diterapkan untuk merekrut tenaga profesional dalam jabatan-jabatan tertentu. Dalam Peraturan Presiden No 38/2020, ada 147 jabatan fungsional yang dapat diisi oleh PPPK, termasuk jabatan fungsional guru.

Saling melengkapi

Terkait perekrutan guru PPPK, muncul pandangan bahwa perekrutan guru PPPK meniadakan perekrutan guru CPNS. Anggapan ini memunculkan wacana untuk menolak rencana rekrutmen guru PPPK.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menegaskan formasi CPNS untuk guru akan tetap ada. Hal itu, akan sejalan dan saling melengkapi dengan perekrutan PPPK.

Baca juga: Antisipasi Membludaknya Pasien Covid-19, Pemkot Tangsel Percepat Pengoperasian RSU Pakulonan

“Jadi saya koreksi, terkait (informasi) tidak adalagi formasi CPNS untuk guru, Itu salah dan tidak pernah menjadi kebijakan Kemendikbud,” ungkap Nadiem, dikutip dari akun Instagram resminya, Selasa (5/1/2021).

Nadiem mengatakan, fokus tahun ini adalah merekrut satu juta guru honorer lewat jalur PPPK.
“Kami mendorong, agar para guru honorer serta lulusan pendidikan profesi guru melamar menjadi guru PPPK,” katanya, dikutip dari Kompas.com.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved