Breaking News

BREAKING NEWS: DKI Perpanjang PSBB Transisi hingga 3 Januari 2021 Antisipasi Libur Natal-Tahun Baru

Pemprov DKI Jakarta memperpanjang PSBB transisi hingga 3 Januari 2020 mengantisipasi lonjakan Covid-19 akibat libur Natal dan Tahun Baru 2021.

YouTube Dinas Kesehatan DKI Jakarta
Pemprov DKI Jakarta memperpanjang PSBB transisi hingga 3 Januari 2020 mengantisipasi lonjakan Covid-19 akibat libur Natal dan Tahun Baru 2021. Foto dok: Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta kembali memperpanjang kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masa transisi menuju masyarakat sehat aman dan produktif hingga dari Senin (21/12/2020) sampai Minggu (3/1/2021).

Kebijakan untuk memperpanjang PSBB masa transisi ini didasari pertimbangan atas pertambahan kasus positif Covid-19 yang belum belum ada tanda-tanda penurunan, sekaligus merupakan langkah antisipasi lonjakan kasus akibat libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021

Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, persentase pertambahan total kasus terkonfirmasi positif menunjukkan tren kenaikan selama empat pekan terakhir.

Video: Polisi Selidiki Keaslian Surat Hasil Rapid Test dari Calo

Per 20 Desember 2020, kasus konfirmasi positif di Jakarta mencapai 163.111 atau meningkat 13,3 persen dibandingkan dua pekan sebelumnya dari 143.961 kasus pada 6 Desember.

“Kami mencatat bahwa kenaikan persentase kasus terkonfirmasi positif signifikan mulai terjadi sejak pertengahan bulan November dan kini stabil di angka 13 persen,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Widyastuti berdasarkan keterangan yang diterima pada Senin (21/12/2020).

Baca juga: UPDATE Prakiraan Cuaca Senin 21 Desember 2020: Jakarta Diperkirakan Hujan Disertai Angin Kencang

Baca juga: Keluarga 6 Laskar FPI Bawa Bukti Adanya Pelanggaran HAM Berat Akan Datangi Komnas HAM Hari Ini

Widyastuti  memaparkan persentase keterpakaian tempat tidur isolasi harian (ruang rawat inap) maupun ruang ICU di 98 RS Rujukan Covid-19 di DKI Jakarta juga terjadi peningkatan selama sebulan terakhir.

Per 20 Desember 2020, dari 6.663 tempat tidur isolasi, kini sudah ditempati sebanyak 5.691 pasien artinya kapasitasnya sudah mencapai 85 persen.

Begitu juga kondisi Ruang ICU dimana tempat tidur ICU sudah terisi 722 dari 907 sehingga persentasinya 80 persen.

Melalui Instruksi Gubernur Nomor 55 Tahun 2020, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen meningkatkan kapasitas tempat tidur isolasi dan ICU.

Baca juga: PT Angkasa Pura II Siapkan 3 Alternatif Layanan Tes Covid-19 Bandara Soekarno-Hatta Mulai Hari Ini

"Kami menargetkan peningkatan kapasitas tempat tidur isolasi sebanyak 7.171 dan ICU sebanyak 1.020 di RS Rujukan Covid-19 Jakarta khususnya RSUD," kata Widyastuti.

Peningkatan kapasitas fasilitas ini pula diiringi dengan peningkatan kuantitas dan kualitas tenaga kesehatan.

Sementara itu, rata-rata positivity rate harian per bulan di DKI Jakarta tercatat stabil di angka 9 persen selama 3 bulan terakhir, yaitu 9,6 persen (Oktober); 9,1 persen (November) dan 9,6 persen (Desember).

Adapun standar aman positivity rate dari WHO adalah di bawah 5 persen.

Sedangkan Nilai reproduksi efektif (Rt) yang menjadi indikasi tingkat penularan di masyarakat menunjukkan skor 1,06 per 19 Desember 2020.

Baca juga: Rapid Test Antigen Jadi Syarat Keberangkatan di Terminal Pulo Gebang, Bagaimana Terminal Bayangan?

Nilai Rt harus berada di bawah 1 agar wabah Covid-19 terkendali dengan baik.

"Jika kami melihat indikator dari BNPB, terjadi transisi risiko dari yang tadinya sedang menjadi tinggi, di mana skor kita pada minggu sebelumnya sebesar 1,8975 menjadi 1,8025 pada minggu ini, yang diakibatkan dari kenaikan kasus positif dan kasus positif yang dirawat di rumah sakit," ungkapnya. (faf)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved