Kamis, 7 Mei 2026

Virus Corona Jakarta

Terminal Kalideres Belum Terapkan Rapid Test Antigen, Masih Gunakan CLM, Ini Alasannya

Terminal Kalideres Jakarta Barat belum menerapkan rapid test antigen, masih menggunakan CLM, ini alasannya.

Tayang:
Penulis: Desy Selviany |
Istimewa
Terminal Kalideres, Jakarta Barat dipastikan belum menerapkan kebijakan rapid test antigen untuk calon penumpang bus. Tampak, suasana Terminal Kalideres,  Jakarta Barat, Rabu (16/12/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, KALIDERES - Terminal Kalideres, Jakarta Barat dipastikan belum menerapkan kebijakan rapid test antigen untuk calon penumpang bus. 

Sampai saat ini pihak terminal masih menerapkan sistem Corona Likelihood Metric (CLM) bagi calon penumpang bus.

Hal itu diungkapkan Kepala Terminal Kalideres Revi Zulkarnaen.

Video: Terdampak Pandemi Covid-19, Seniman di Kabupaten Bogor Terpuruk

Menurut Revi, sampai Kamis (17/12/2020) pihaknya belum menerima informasi kewajiban rapid anti gen untuk calon penumpang bus yang naik dari Terminal Kalideres.

"Sampai saat ini sih belum ada arahan ya untuk rapid test anti gen calon penumpang bus. Jadi kemungkinan kebijakan itu hanya untuk transportasi kereta dan pesawat terbang," jelas Revi dikonfirmasi lewat sambungan telepon.

Baca juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Terminal Kalideres Masih Sepi

Baca juga: Arus Balik di Terminal Kalideres Mulai Terjadi, Mayoritas Penumpang dari Jawa Tengah

Menurut Revi, tiket bus juga cenderung murah sehingga rapid test anti gen dirasa tidak terlalu cocok untuk penumpang bus.

Harga tiket bus sekira Rp150.000 sampai Rp 250.000. Sedangkan harga rapid test anti gen dapat mencapai Rp 800.000.

"Kalau tiket pesawat mungkin karena kan harga tiket sampai jutaan ya. Tapi kalau tiket bus kan tidak sampai Rp 500.000," tuturnya.

Sehingga hal itu dianggap akan memberatkan calon penumpang bus yang mayoritas ada di kalangan menengah ke bawah.

Baca juga: VIDEO Libur Panjang Terminal Kalideres Dipenuhi Pemudik, Lonjakan Penumpang Diperediksi Sore Ini

Lagi pula kata Revi, sampai saat ini Terminal Kalideres masih sepi seperti kondisi awal Pandemi Covid-19.

Bahkan angka jumlah penumpang terus menurun selama Pandemi Covid-19.

"Dulu awal Covid-19 memang sempat ada peningkatan keberangkatan. Kemungkinan itu orang-orang terkena PHK. Tapi seterusnya sepi," ungkap Revi.

Bahkan ketika cuti bersama Oktober 2020 lalu, tidak ada peningkatan jumlah penumpang di Terminal Kalideres.

Kemungkinan, warga yang berlibur saat cuti bersama lebih memilih menggunakan mobil pribadi untuk ke tempat-tempat wisata.

Baca juga: Lagi Asyik Main Togel di Terminal Kalideres, Pria Asal Bandung Diciduk Polisi

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved