Kasus Rizieq Shihab
HOTMAN Paris Hutapea Kembali Ungkap Momen Kedekatan dengan Habib Rizieq Shihab,Mau Jadi Pengacara?
Pengacara Hotman Paris Hutapea kembali mengunggah momen keakraban dengan Habib Rizieq Shihab (HRS) saat bertemu di Bandara Soekarno Hatta.
* Hotman Paris Hutapea dan Habib Rizieq Shihab
* Hotman Paris ungkap momen keakraban bersama HRS
* HRS dan pengikutnya ngefans Hotman Paris
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Pengacara Hotman Paris Hutapea kembali mengunggah momen keakraban dengan Habib Rizieq Shihab (HRS).
Mereka sempat bertemu di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, beberapa waktu lalu.
Menurut Hotman Paris Hutapea, dirinya secara kebetulan bertemu Muhammad Rizieq Shihab (MRS) yang juga Imam Besar Front Pembela Islam (IB FPI).
Menurut Hotman Paris, Habib Rizieq dan para pengikutnya begitu ngefans terhadap dirinya.
"Ternyata Habib Rizieq dan pengikutnya "nge-fans" sama Hotman Paris," tulis Hotman Paris di akun instagramnya beberapa waktu lalu saat memasang foto bersama Habib Rizieq Shihab.
Baca juga: HOTMAN Paris Hutapea Ungkap Alasan Tak Mau Jadi Pengacara Habib Rizieq Shihab, Tunjuk Advokat Senior
Baca juga: HOTMAN Paris Hutapea Mengaku Diminta Jadi Pengacara Habib Rizieq Shihab, Dihubungi Ratusan Orang
Rabu (16/12/2020) malam ini, Hotman kembali mengunggah foto momen keakraban dirinya dengan HRS.
Dalam foto itu terlihat Hotman Paris Hutapea yang memakai jas hitam dan dasi merah, seperti akan dirangkul atau dipeluk oleh HRS yang memakai pakaian dan sorban serba putih.
Tetapi, Hotman Paris memberi catatan khusus dalam momen tersebut karena tangan HRS tidak menyentuh badannya.
"Kenangan secara kebetulan temu di bandara:,He he pelukan tangan beliau kok ngak nyentuh badan Gus Lora Hotman! He he!" tulis Hotman Paris.
Dia pun mengungkap alasan kenapa dirinya dekat atau dikagumi oleh para pengikut HRS.
"Anak buah beliau ada yg bekas murid PKPA Hotman makanya pada minta photo saat di bandara!!!Tidak ada hubungan khusus!" ujar Hotman yang cukup dekat dengan lingkungan pesantren.
Hotman Paris pun mendapat gelar atau sebutan Gus yang langsung diberikan oleh pimpinan pondok pesantren Tebu Ireng, Jawa Timur, (saat itu) KH Solahuddin Wahid, yang kini telah meninggal dunia.