Bisnis
Peran Penting CFO Merespons Disrupsi Digital dan Pandemi, Ini Pemenang Indonesia Best CFO Award 2020
Saat ini, CFO (chief financial officer) memainkan peran sentral dalam menstabilkan bisnis dalam situasi krisis akibat dari disrupsi digital dan pademi
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sebuah webinar dengan Tema: “New Role of CFO in Organization’s Heart and Mind” digelar oleh SWA Media Group dan Accenture Indonesia, Kamis (10/12/2020).
Setelah webinar dilanjutkan dengan penghargaan bagi pemenang Indonesia Best CFO Award 2020.
Tampil sebagai pembicara dalam webinar tersebut adalah Michael Rehfeld (Managing Director Strategy Accenture), Nixon L.P. Napitulu (CFO BNI), Haru Koesmahargyo (CFO BRI), dan Jimmy Kadir (CFO Moratelindo).
Kemudian Andy Rahardja (CFO IDS Medical System Indonesia) dan Prof. Roy Sembel (Guru Besar bidang Manajemen Keuangan, IPMI Business School).
Baca juga: Maybank Indonesia Webinar Economic Outlook 2020, Disrupsi Digital Jadi Peluang Bisnis selama Pandemi
Baca juga: Ekonomi Terdisrupsi, Ini Tiga Jurus Sandi Ciptakan Lapangan Kerja yang Akan Moncer Selama Pandemi
Langkah penting CFO
Saat ini, CFO (chief financial officer) memainkan peran sentral dalam menstabilkan bisnis dalam situasi krisis akibat dari disrupsi digital dan pademi, serta memosisikan perusahaan untuk berkembang ketika kondisi membaik.
CFO adalah pemimpin yang berkontribusi paling langsung terhadap kesehatan keuangan dan ketahanan perusahaan dari hari ke hari.
Langkah yang diambil CFO akan sangat menentukan dalam menjaga keselamatan dan kesehatan karyawan, stabilisasi bisnis jangka pendek untuk mengantisipasi kondisi normal, serta persiapan jangka panjang bagi perusahaan membuat terobosan berani dalam rangka pemulihan bisnis.
Baca juga: Bersama Mira Lesmana dan Riri Riza, Oppo Find X2 Series Bikin Film Animasi Pendek, Ini Jadwal Tayang
Baca juga: Kenalkan, Papan Tulis Pintar Huawei IdeaHub untuk Konferensi Video dengan Fitur Kecerdasan Buatan
5 Prioritas Utama
Menurut Andy Rahardja CFO IDS Medical System Indonesia, pandemi ini telah membuka mata banyak pihak, menyadarkan kita semua bahwa fasilitas pelayanan kesehatan di negara kita belumlah mencukupi.
“Kami melihat bahwa perjalanan masih panjang, akan terjadi lonjakan investasi di sektor kesehatan, khususnya dalam 3 tahun ke depan," tuturnya.
Strategi pihaknya dalam merealisasikan mimpi perusahaan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia, secara garis besar dapat dibagi menjadi 5 prioritas utama.
Pertama, mempercepat investasi alat kesehatan dengan memanfaatkan financial technology.
Baca juga: Catat Laba RM 1,95 Miliar di Kuartal III-2020, Turun 2,5 Persen YoY, Maybank Tetap Bagikan Dividen
Kedua, menggalakkan produksi dalam negeri untuk mengurangi tingkat ketergantungan terhadap impor produk kesehatan baik equipment maupun consumables.
Kemudian, ketiga, mengembangkan jasa pendidikan di sektor kesehatan (healthcare learning & education) sebagai bentuk upaya untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan mental para tenaga kesehatan.
Keempat, menyediakan jasa perencanaan rumah sakit (Hospital Planning & Advisory Services) dan jasa logistik medis (Medical Logistics).
Dan, kelima, mengembangkan portofolio di bidang Manajemen Aset Pelayanan Kesehatan (Healthcare Asset Management).
Baca juga: Gelar Asset Sales Festival, BTN Optimistis Mampu Meraih Recovery Asset Rp 430 Miliar
Baca juga: BTN Gelar Program Spesial Bertajuk Kepo Akhir Tahun Berkolaborasi dengan PT Adhi Persada Properti
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/swa-media-group-dan-accenture-indonesia_pemenang-indonesia-best-cfo-award-2020.jpg)