Liga 1
Sulit Dapatkan Tim, Dua Pemain Ini Rela Main Tarkam untuk Makan
Vakumnya kompetisi Liga 1 2020 membuat para pemain mencari tambahan dengan bersedia tampil di laga antarkampung (tarkam).
Penulis: RafzanjaniSimanjorang | Editor: Sigit Nugroho
Kini, keduanya mengandalkan kompetisi tarkam untuk menjaga kebugaran dan mencari uang makan.
Hal itu dilakukan, karena keduanya tak punya klub.
"Sekarang, masuk Liga 1 susah. Kami main tarkam untuk jaga kondisi dan cari makan," kata Diakite.
"Kalau untuk Liga 2, pemain asing kan tidak boleh main. Jadi lewat tarkam, kami bisa menjaga kondisi dan semoga ke depan bisa menembus klub-klub Liga 1," ujar Diakite.
Diakite menerangkan bahwa ada pelatih-pelatih Liga 1 yang melirik ia dan Kossounou.
Meski harus tes, ia dan temannya siap unjuk gigi.
Diakite sendiri telah di Indonesia sejak 2017.
Dia ingin menjadi Warga Negara Indonesia, agar bisa membela Timnas Indonesia suatu saat nanti.
Hal senada diutarakan oleh Kossounou.
Dia berharap, segera mendapatkan klub ke depannya.
"Tarkam hanya untuk menjaga kondisi. Tetapi kalau sudah punya klub, harus fokus pada klub, tidak di tarkam," kata Kossounou.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/seydou-diakite-dan-andreas-kossounou.jpg)