Jumat, 1 Mei 2026

Liga 1

Sulit Dapatkan Tim, Dua Pemain Ini Rela Main Tarkam untuk Makan

Vakumnya kompetisi Liga 1 2020 membuat para pemain mencari tambahan dengan bersedia tampil di laga antarkampung (tarkam).

Tayang:
Penulis: RafzanjaniSimanjorang | Editor: Sigit Nugroho
warta kota
Seydou Diakite asal negara Mali (kanan) dan Andreas Kossounou dari Pantai Gading (kiri) 

WARTAKOTAIVE.COM, JAKARTA - Vakumnya kompetisi Liga 1 2020 membuat para pemain mencari tambahan dengan bersedia tampil di laga antarkampung (tarkam).

Laga tarkam membuat para pemain mendapat penghasilan tambahan, karena klub memotong gaji mereka akibat tidak ada kompetisi.

Kompetisi tarkam juga menggiurkan bagi pemain sepak bola asing yang sedang mencari klub untuk tempat berlabuh.

Hal itu dilakukan oleh Seydou Diakite asal negara Mali dan Andreas Kossounou dari Pantai Gading.

Akibat tidak punya klub, mau tidak mau keduanya rela terjun ke tarkam demi mencari makan.

Di tarkam, bayaran yang diterima keduanya pun beraneka ragam tergantung jumlah tim yang mengikuti turnamen tarkam tersebut.

"Kalau tempatnya dekat dan jumlah peserta ada 16 tim, biasanya kami menerima bayaran kisaran Rp 800.000 hingga Rp 1 juta untuk satu kali pertandingan. Jika timnya 32, biasanya di atas Rp 1 juta untuk sekali bertanding," kata Diakite kepada Warta Kota, Kamis (3/12/2020).

Diakite berujar bahwa jika tim yang mengundang hadir dari wilayah di luar pulau Jawa, biasanya seorang pemain dibayar lebih dari Rp 1 juta per pertandingan.

Biasanya, bayarannaik jika tim yang dibela masuk ke babak semi final atau babak final.

"Kadang Rp 2 juta ke atas kalau masuk fase-fase krusial," ujar Diakite.

Hasil dari tarkam yang dikumpulkan pun untuk biaya hidup di Indonesia serta dikirimkan kepada keluarga di negara asalnya.

Meski aktif di tarkam, Diakite dan Kossounou berupaya untuk masuk ke tim-tim peserta Liga 1 ke depannya.

Saat ini, keduanya mengklaim telah menjajaki komunikasi untuk tes di beberapa klub peserta Liga 1 .

Ingin Bela Timnas

Sebelum aktif di tarkam, Diakite pernah membela Perseru Serui, sedangkan Kossounou pernah bermain untuk Martapura FC di Piala Presiden tahun 2018.

Kini, keduanya mengandalkan kompetisi tarkam untuk menjaga kebugaran dan mencari uang makan.

Hal itu dilakukan, karena keduanya tak punya klub.

"Sekarang, masuk Liga 1 susah. Kami main tarkam untuk jaga kondisi dan cari makan," kata Diakite.

"Kalau untuk Liga 2, pemain asing kan tidak boleh main. Jadi lewat tarkam, kami bisa menjaga kondisi dan semoga ke depan bisa menembus klub-klub Liga 1," ujar Diakite.

Diakite menerangkan bahwa ada pelatih-pelatih Liga 1 yang melirik ia dan Kossounou.

Meski harus tes, ia dan temannya siap unjuk gigi.

Diakite sendiri telah di Indonesia sejak 2017.

Dia ingin menjadi Warga Negara Indonesia, agar bisa membela Timnas Indonesia suatu saat nanti.

Hal senada diutarakan oleh Kossounou.

Dia berharap, segera mendapatkan klub ke depannya.

"Tarkam hanya untuk menjaga kondisi. Tetapi kalau sudah punya klub, harus fokus pada klub, tidak di tarkam," kata Kossounou.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved