Senin, 18 Mei 2026

Pesan Kapolda Metro ke Plh Walkot Jakpus: Lebih Baik Bertindak Ambil Risiko daripada Tak Bertindak

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran sempat berpesan kepada Pelaksana harian (Plh) Wali Kota Jakarta Pusat agar berani bertindak mengambil risiko.

Tayang:
Penulis: Budi Sam Law Malau |
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran saat peluncuran tim pemburu fakta Covid-19, Jumat (4/12/2020). 

WARTA KOTA, SEMANGGI - Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran sempat berpesan kepada Pelaksana harian (Plh) Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi, saat peluncuran Tim Pemburu Covid-19, di Lapangan Promoter Ditlantas Polda Metro Jaya, Jumat (4/12/2020).

"Kepada Plh Wali Kota Jakarta Pusat, saya ingin memotivasi, lebih baik bertindak menuai resiko daripada tidak bertindak berbuah resiko," kata Fadil dalam teleconference di Mapolda Metro Jaya, Jumat.

Karenanya ia meminta Plh Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi, jangan ragu dan sungkan menegakkan aturan terkait pelanggaran protokol kesehatan.

Baca juga: Pangdam Jaya dan Kapolda Metro bentuk Tim Pemburu Covid-19, Mayjen Dudung:Jangan Ragu Tegakkan Hukum

Fadil menyiratkan agar Irwandi tidak mengulangi kesalahan Wali Kota Jakarta Pusat terdahulu Bayu Meghantara yang mendiamkan adanya kerumunan saat acara akad nikah putri Habib Rizieq di Petamburan. 

Sehingga berujung dicopotnya Bayu Meghantara dari jabatannya sebagai Wali Kota Jakarta Pusat.

"Jadi tetap semangat dan lanjutkan pak Pjs Walikota Jakpus," kata Fadil.

Ia berharap dari kejadian di Petamburan ini menjadi pelajaran bagi wali kota wilayah lainnya.

Sebelumnya Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman sempat berpesan kepada para Dandim dan Kapolres di wilayah Jakarta dan sekitarnya, agar berani mengambil keputusan dalam menegakkan protokol kesehatan, saat mengutus Tim Pemburu Covid-19 ke lapangan.

Hal itu dikatakan Dudung saat launching Tim Pemburu Covid-19 atau Covid-19 Hunter di Lapangan Promoter Ditlantas Polda Metro Jaya, Jumat (4/12/2020) sore.

"Kalian jadi pemimpin cirinya hanya satu. Yakni berani ambil keputusan. Kalau keputusan itu benar, bagus. Kalau salah, itu masih bagus daripada tidak berani ambil keputusan sama sekali," kata Dudung melalui teleconference virtual kepada para Forkopimda di 13 Polres di bawah Polda Metro Jaya, Jumat (4/12/2020).

Tim Pemburu Covid-19 atau Covid-19 Hunter resmi dilaunching Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran bersama Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman dan Pjs Sekda Provinsi DKI Sri Haryati mewakili Gubernur DKi Jakarta  di Lapangan Promoter Ditlantas Polda Metro Jaya, Jumat (4/12/2020) sore ini.

Baca juga: Buru Pembuat Video Azan Jihad, Kapolda Metro Jaya: Sembunyi di Lubang Tikus Juga Saya Kejar

Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman mengatakan dalam dua minggu terakhir ini, tingkat penyebaran Covid-19 di Jakarta sangat tinggi yakni mencapai 1600 orang positif Covid-19 setiap harinya.

"Padahal pada Oktober lalu sempat turun 800, lalu 600, bahkan 400 orang perharinya. Namun dua minggu terakhir ini mencapai 1600 orang perharinya," kata Dudung, Jumat.

Padahal katanya pihaknya bersama Polri, aparat Pemda dan seluruh pihak terkait lainnya telah melakukan upaya pencegahan, persuasif dan penegakkka hukum.

"Namun tetap saja masih banyak masyarakat atau kelompok masyarakat yang tidak patuh menerapkan protokol kesehatan. Sehingga tingkat penyebarannya saat ini di Jakarta tinggi lagi, meski tingkat kesembuhannya juga tinggi," kata Dudung.

Baca juga: Kapolda Metro Jaya: Semua Ormas Berperilaku Seperti Preman akan Kami Tindak Tegas

Karenanya pihaknya bersama Kapolda Metro Jaya dan aparat pemda, sepakat membentuk tim pemburu Covid-19 atau Covid-19 Hunter.

"Kami harap kesadaran masyarakat makin tinggi dengan adanya tim ini, dan tingkat penyebaran Covid-19 di Jakarta, bisa ditekan lagi," katanya 

Kepada para personel Tim Pemburu Covid-19, Dudung berpesan agar jangan ragu bertindak menegakkan hukum.

"Tim ini jangan pernah ragu-ragu, jangan pernah takut untuk menegakkan hukum untuk menekan jumlah penderita Covid-19. Karena korban sudah berjatuhan semakin banyak," katanya.

Baca juga: VIDEO Kapolda Metro Jaya Undang Ormas dan Tokoh Betawi, Berdiskusi Soal Masalah Jakarta

Sebab kata dia selama 9 bulan pandemi ini kerugian yang diderita di semua bidang sudah sangat terasa.

"Tim ini akan bergerak berdasar analisis data dari Gugus Tugas dan Dinkes untuk 3 T, dan info Ditintelkam terkait pelanggaran prokes," katanya.

Sementara itu Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, mengatakan tim ini merupakan gabungan personel Polri, TNI, aparat Pemprov DKI, aparat kejaksaan dan pengadilan.

"Ada 17 tim yang kami bentuk dan ada di 13 Polres di bawah Polda Metro Jaya," kata Fadil, Jumat.

Baca juga: Perkuat Penegakan Hukum di Ibu Kota, Kapolda Metro Jaya Temui Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta

Setiap tim katanya ada sedikitnya 30 personel gabungan dari Forkopimda termasuk pula tim medis.

Tim ini kata Fadil akan lebih massif menegakkan protokol kesehatan di tengah masyarakat. Yakni penerapan 3M, berupa memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, serta juga melakukan upaya 3T yakni tracing, treatment dan testing.

"Selain melakukan penegakan hukum dengan sidang pelanggaran prokes di tempat, karena berbasis data, maka tim ini juga akan mencari orang yang positif Covid-19 dari hasil tracing, namun masih berada dan berkeliaran di masyarakat," kata Fadil.

Karena mereka sejatinya adalah orang yang berbahaya dalam menularkan Covid-19 ke warga lainnya.

Menurut Fadil, para OTG atau orang tanpa gejala yang masih berkeliaran akan coba ditemukan tim ini untuk selanjutnya dibawa ke Wisma Atlet atau rumah sakit rujukan lainnya untuk diisolasi dan dirawat.

Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman mengatakan dalam mengatasi penyebaran Covid-19 ini sebenarnya pihaknya bersama Polri sudah melakukan upaya maksimal, mulai dari pencegahan, persuasif dan penindakan.

"Namun masih ada sejumlah masyarakat yang kesadarannya rendan dan tetap melakukan pelanggaran protokol kesehatan. Sehingga kami bersama Kapolda Metro Jaya membentuk tim pemburu Covid atau Covid Hunter ini," paparnya.

Apalagi katanya saat ini tingkat penyebaran Covid-19 di Jakarta masih tetap tinggi yakni 1600 orang setiap harinya. "Meskipun tingkat kesembuhannya perhari juga tinggi," ujarnya.

Karenanya diharapkan kehadiran Tim Pemburu Covid-19 ini akan semakin meningkatkan kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan. "Sehingga mata rantai penyebaran Covid-19 dapat ditekan dan kita putuskan," urainya.

Sementara itu Pjs Sekda Provinsi DKI Sri Haryati mengatakan Pemprov DKI siap membantu apapun kepada petugas tim pemburu Covid-19 saat berada di lapangan. "Kami mendukung penuh tim ini dan siap membantu segalanya yang dibutuhkan," kata Sri.

Dalam kesempatan itu Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran bersama Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman dan Pjs Sekda Provinsi DKI Sri Haryati sempat berdialog secara virtual kepada tim pemburu Covid-19 yang berada di 13 Polres di bawah Polda Metro Jaya.

Mereka juga menyematkan rompi tim pemburu Covid-19 kepada para personel sebagai dimulainya tugas mereka.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved