Rabu, 6 Mei 2026

Pilkada Serentak

DAFTAR 10 Calon Kepala Daerah Terkaya dan Termiskin Versi KPK, Harta Cakada Perempuan Lebih Banyak

KPK merilis hasil analisis Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) calon kepala daerah Pilkada 2020.

Tayang:
lindungihakpilihmu.kpu.go.id
Pilkada Serentak 2020 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merilis hasil analisis Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) calon kepala daerah Pilkada 2020.

KPK mengelompokkan 10 cakada terkaya dan 10 cakada termiskin.

Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan menjelaskan, pengumpulan data ini bertujuan menunjukan cakada yang sudah lapor.

Baca juga: Cantik dan Jilbab Jadi Kata Kunci Bermasalah di Cuitan Maaher At-Thuwailibi, Penjara 6 Tahun Menanti

"Kita kumpulkan 10 terkaya, tidak ada niat apa-apa, cuma bilang dia lapor, dia terkaya, ada yang Rp 674 miliar," kata Pahala saat jumpa pers yang disiarkan kanal YouTube KPK, Jumat (4/12/2020).

Berdasarkan hasil analisis, disimpulkan kemampuan finansial berdasarkan usia, menunjukkan secara total rata-rata nilai harta kekayaan cakada yang berusia di bawah atau sama dengan 50 tahun, 13% lebih tinggi dibandingkan cakada berusia di atas 50 tahun.

"Namun kesiapan cakada senior terkait pendanaan dinilai lebih baik, dengan penempatan aset likuid 40% lebih tinggi dibandingkan cakada berusia muda," tuturnya.

Berikut ini 10 cakada terkaya:

1. Muhidin, Cawagub Kalimantan Selatan: Rp 674.227.888.866

2. Aep Syaepuloh, Cawabup Karawang: Rp391.744.609.664

3. Arbain M Noor, Cawabup Paser: Rp289.813.510.845

4. Muchtar Ali Yusuf, Cabup Bulukamba: Rp287.551.712.165

5. Andrei Angouw, Cawali Manado: Rp273.575.845.945

6. Hadianto Rasyid, Cawali Palu: Rp263.582.578.396

7. Wenny Lumentut, Cawali Tomohon: Rp222.007.796.662

8. M. Ramdhan Pomanto, Cawali Makassar: Rp197.522.838.457

9. Olly Dondokambey, Cagub Sulawesi Utara: Rp179.156.295.217

10. Fadli Ananda, Cawawali Makassar: Rp149.259.675.073

10 Cakada 'Termiskin'

1. Indra Gunalan, Calon Wakil Bupati Kabupaten Sijunjung: Rp 3.550.090.050

2. Bong Ming Ming, Cawabup Kabupaten Bangka Barat: Rp 990.711.186

3. Tri Suryadi, Cabup Padang Pariaman: Rp 988.000.000

4. Saipul A Mbuinga, Cabup Pahuwato: Rp702.128.300

5. M. Sholihin, Cabup Indramayu: Rp 667.024.043

6. Afif Nurhidayat, Cabup Wonosobo: Rp 666.000.000

7. Hamdanus, Cawabup Pesisir Selatan: Rp 295.890.837

8. Untung Tamsil, Cabup Fakfak: Rp 212.308.888

9. Herman, Cabup Tana Tidung: Rp 194.000.000

10. Ferizal Ridwan, Cabup Lima Puluh Kota: Rp 121.719.928.

Harta Cakada Perempuan Lebih Tinggi

KPK mengungkapkan rata-rata harta calon kepala daerah perempuan lebih tinggi dibanding calon kepala daerah laki-laki pada Pilkada 2020.

Hal ini didapat berdasarkan hasil analisis Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) calon kepala daerah Pilkada 2020.

Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan mengungkapkan, cakada perempuan mencatatkan rata-rata harta kekayaan mencapai Rp12,73 miliar atau 22% lebih tinggi dibanding rata-rata harta kekayaan cakada laki-laki.

Baca juga: Surya Paloh Sudah Negatif Covid-19 Sejak 1 Desember 2020, tapi Belum Pulang dari RSPAD

"Suprianti Rambat, Calon Bupati Kotawaringin Timur mencatatkan kepemilikan harta tertinggi yaitu Rp73,74 miliar."

"Sementara Yufinia Mote, Calon Bupati Nabire, tercatat memiliki nilai harta terendah yaitu Rp15 juta."

"Disparitas harta kekayaan cakada perempuan lebih sempit dibanding harta kekayaan cakada laki-laki."

Baca juga: Ini Penyebab Kasus Covid-19 di Indonesia Pecah Rekor Melonjak 8.369 Orang, Papua Berkontribusi

"Yang mencatatkan nilai harta tertinggi yaitu Rp 674,23 miliar dan nilai harta terendah sebesar Rp (minus) 3,55 miliar," beber Pahala.

Laporan tersebut menyebutkan, total harta kekayaan yang dimiliki para cakada perempuan tidak dapat dijadikan satu-satunya tolok ukur kemampuan pendanaan pilkada mereka.

Hal ini karena total harta yang dilaporkan kepada KPK melalui LHKPN terdiri dari harta tidak bergerak, alat transportasi, harta bergerak lainnya, surat berharga, harta kas dan setara kas, dan harta lainnya yang dikurangi dengan utang.

Baca juga: Maaher At-Thuwailibi Ditangkap, Politikus Nasdem: Bukan Kriminalisasi, tapi Ulama yang Kriminal

"Harta kas mungkin lebih tepat menggambarkan tingkat kemampuan keuangan cakada dalam membiayai pilkada, termasuk cakada perempuan," ulas Pahala.

Seiring total harta kekayaan, rata-rata harta kas cakada perempuan mencapai Rp 1,37 miliar, sedikit lebih tinggi dibanding rata-rata harta kas cakada laki-laki yang sebesar Rp1,36 miliar. (Ilham Rian Pratama(

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved