Selasa, 19 Mei 2026

Info Kemenkominfo

Hati-hati, Jangan Salah Mencerna tentang Vaksin Covid-19, Prof dr Cissy: Tak Masuk Akal, Tinggalkan

Jika ada yang sampai salah mencerna informasi dan menolak kehadiran vaksin, maka itu sama saja dengan membiarkan masalah tidak akan pernah selesai.

Tayang:
Editor: Fred Mahatma TIS
shutterstock
ILUSTRASI Virus corona atau Covid-19. Terkait vaksin Covid-19, masyarakat harus paham benar tentang hal ini, jangan sampai pemahamannya justru menyesatkan dan menghambat kebaikan. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Masyarakat Indonesia jangan sampai terkecoh dengan informasi seputar vaksin virus corona yang beredar saat ini.

Nyatanya, vaksin yang akan beredar, mengandung kebaikan yang berperan sangat penting untuk mengembalikan struktur kehidupan manusia yang terganggu dengan kehadiran virus.

Jika ada yang sampai salah mencerna informasi dan menolak kehadiran vaksin, maka itu sama saja dengan membiarkan masalah tidak akan pernah selesai.

Itu pula yang terjadi saat ini,  di mana COVID-19 memerlukan penanganan yang cepat melalui pemberian vaksin secara global.

Baca juga: Sambut Kehadiran Vaksin Covid-19, Perusahaan Teknologi Kesehatan Indonesia Siap Bantu Pemerintah

Baca juga: Dana Hibah Pariwisata Siap Bantu Pelaku Usaha Wisata dan Ekonomi Kreatif Bangkit di Tengah Pandemi

Masyarakat harus bijak

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Prof dr Cissy Kartasasmita menerangkan, mengingat informasi yang beredar di masyarakat tentang vaksin tidak bisa dicegah, maka yang harus bijak untuk mengendalikannya adalah masyarakat itu sendiri.

“Hal yang tidak masuk akal, harus kita tinggalkan,” tegas dia belum lama ini.

Menurut dia, jika ada kelompok masyarakat yang masih berpandangan bahwa vaksin adalah berbahaya dan berakhir dengan penolakan yang luas, maka itu akan merusak rencana dari Pemerintah dalam penanganan terhadap penyebaran virus.

Contoh kasus seperti di atas bisa dikaitkan dengan situasi sekarang, di mana pandemi COVID-19 sudah berlangsung hampir setahun dan penanganan virus masih berjalan di tempat.

Salah satu cara untuk menghentikan sebaran, adalah melalui pemberian vaksin secara global.

Baca juga: Melalui Layanan AJIB, Relaksasi Izin bagi Pelaku UMKM Hanya Beberapa Jam Saja, Begini Prosesnya

Baca juga: Untuk Bertahan di Masa Pandemi, UMKM Harus Mau Masuk Dunia Digital dengan Berbagai Pendampingan

Hambat terciptanya kekebalan

Cissy menjelaskan, jika masih ada kelompok masyarakat yang menolak terhadap pemberian vaksin, maka itu dikhawatirkan akan menghambat terciptanya kekebalan kelompok masyarakat yang diinginkan terhadap serangan virus.

“Minimalnya, cakupan imunisasi COVID-19 mencapai 70 persen dari jumlah populasi,” ucap dia.

Guru Besar Tetap Ilmu Kesehatan Anak itu kemudian menambahkan bahwa apabila imunisasi diberikan kepada banyak orang, maka yang akan timbul berikutnya adalah imunitas populasi atau herd immunity.

Jika sudah demikian, maka perlindungan akan berjalan kepada orang yang belum terkena atau tidak mendapatkan vaksin.

“Sebut saja bayi, atau orang dengan penyakit gangguan imun,” tambah dia.

Dengan manfaat yang akan muncul tersebut, maka Cissy mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk bisa menerima vaksin demi kebaikan bersama.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved