Virus Corona
Virus Corona Bisa Bermutasi, Membuat Waktu Penyembuhan Pasien Bisa Lebih Lama
Lamanya proses penyembuhan terjadi pada pasien-pasien positif Covid-19 yang dirawat karena memiliki gejala.
Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Feryanto Hadi
WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI -- Dokter Ketua Tim Penanganan Covid-19 Kota Bekasi dr Anthony D Tulak mengatakan proses penyembuhan pasien Covid-19 mengalami tren perubahan.
Kini, proses penyembuhan menjadi lebih lama lantaran virus Covid-19 ditengarai telah bermutasi.
"Kalau di bulan April sampai Juli itu tingkat kesembuhan cepat, 5 sampai 8 hari sudah sembuh. Kalau sekarang ini lebih panjang. Lebih dari 10 hari, bisa sampai 14 hari," kata Anthony saat ditemui di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, Bekasi Selatan, Selasa (1/12/2020).
Baca juga: Kasus Kumulatif Capai 10.095, Tim Satgas Covid-19 Kota Bekasi Tak Bisa Larang Masyarakat Berlibur
Perubahan tren penyembuhan terjadi sejak Agustus hingga sekarang.
Ia menduga proses mutasi virus corona menyebabkan lamanya tingkat penyembuhan.
"Diduga karena virusnya sudah mulai bermutasi. Jadi virusnya pintar, virus itu kan mutasi," ucapnya.
Lamanya proses penyembuhan terjadi pada pasien-pasien positif Covid-19 yang dirawat karena memiliki gejala.
Dugaan tersebut dikatakannya lantaran ia telah menangani sebanyak kurang lebih 2.000 pasien yang dirawat di tiga rumah sakit berbeda, sejak Maret lalu.
Baca juga: Khawatir Tertular Covid-19 dari Anies dan Ariza, Wartawan Balai Kota-DPRD Jalani Swab Test Massal
"Lebih lama pengobatannya. Ini untuk pasien yang dirawat, tentunya yang bergeja. Jadi masa inkubasi (yang dulunya) 14 hari, sudah lebih dari itu, (sekarang) bisa lebih dari 21 hari," kata dokter ahli paru tersebut.
Kasus corona di Kota Bekasi
Meski angka kumulatif masyarakat Kota Bekasi yang terpapar Covid-19 telah mencapai 10.095 kasus, pada Selasa (1/12/2020) ini, namun Dokter Ketua Tim Penanganan Covid-19 Kota Bekasi dr Anthony D Tulak tetap mengantisipasi penambahan kasus jelang libur panjang akhir tahun.
Langkah antisipasi dinilai Anthony sangat signifikan untuk menekan angka penyebaran Covid-19 akibat mobilitas penduduk saat musim liburan.
"Yang perlu diantisipasi ke depan ya kalau masyarakat tanggap bahwa Covid-19 ini adalah penularan dari orang ke orang, mereka sadar pentingnya protokol kesehatan di mana pun berada," kata Anthony saat ditemui di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, Selasa (1/12/2020).
Anthony menjelaskan baik tenaga kesehatan maupun kepala beserta perangkat daerah lain, tak bisa melarang masyarakat untuk pergi ke luar rumah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/dokter-ketua-tim-penanganan-covid-19-kota-bekasi-dr-anthony-d-tulak.jpg)