Aksi Terorisme

150 Anggota TNI Berpengalaman Perang Kini Tiba untuk Ikut Memburu 12 Orang Sisa Teroris MIT

150 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) diterjunkan untuk memburu sisa-sisa kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT)

Kompas TV
Komandan Korem 132 Tadulako Brigjen TNI Farid Makruf menyebut kedatangan 150 anggota TNI untuk memburuh anggota teroris MIT. Teroris pimpinan Ali Kalora itu telah membunuh satu keluarga di Sigi, Sulteng 

WARTAKOTALIVE.COM, SIGI -- 150 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) diterjunkan untuk memburu sisa-sisa kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT)

Para anggota TNI tersebut, mempunyai kemampuan intel dan tempur.

Mereka akan memburu anggota MIT yang jumlahnya masih sekitar 12 orang.

Baca juga: Breaking News, Presiden Jokowi Kutuk Keras Pembunuhan 1 Keluarga di Sigi, Itu Tindakan Biadab

Baca juga: Pambantaian di Sigi Trending Lagi, Netizen Berharap Tanggapan Jokowi yang Muncul dari Menkopolhukam

Hal itu diungkapkan Komandan Korem 132 Tadulako Brigjen TNI Farid Makruf.

"Mereka pernah bertugas di Papua, Aceh, dan juga Timor-Timur (sekarang Timur Leste)," kata Danrem Farid, melalui pesan WhatsApp, Sabtu (15/8/2020).

Kata Farid, berdasar informasi yang diterima, masih ada simpatisan MIT yang bergerilya di pegunungan Poso.

Farid pun mengimbau agar kelompok MIT untuk segera menyerahkan diri.

"Pak Kapolda (Syafril Nursal) sudah memberikan jaminan, mereka akan diberlakukan sangat manusiawi. Tidak akan ada seperti bayangan bahwa mereka akan disiksa atau dibunuh,” tegasnya saat dihubungi Kompas.com, Kamis (23/7/2020).

Baca juga: Selamat Datang Bulan Desember, Berikut Ini 11 Lagu yang Cocok Diputar Termasuk Lagu Soal Corona

Ia pun meminta kepada masyarakat untuk tidak terhasut oleh kelompok tersebut. "Jangan lagi jadi simpatisan dan kurir MIT," ujarnya.

Sementara itu Kapolda Sulteng Irjen Pol Syafril Nursal mengatakan, dengan pelibatan TNI dalam operasi ini diharapkan kasus terorisme yang sudah terjadi selama 20 tahun ini bisa segera berakhir.

"Itu yang jadi pemikiran kita melibatkan TNI. Kepada kelompok teroris pilihannya mati atau menyerahkan diri," katanya di Mapolda Sulteng, Selasa (11/8/2020).

Seperti diketahui kelompok sipil bersenjata yang saat ini berada di atas pegunungan Poso belum seluruhnya tertangkap.

Baca juga: Selamat Datang Bulan Desember 2020, Berikut Ini 25 Kutipan dan Motivasi Tentang Bulan Desember

Ada sekitar 12 orang lebih yang saat ini berada di atas pegunungan Poso.

Ia yakin, jumlah personel TNI yang berada di bawah kendali operasi (BKO) untuk memperkuat Satgas Tinombala dinilai cukup untuk memburu sisa-sisa kelompok MIT. "Saya optimis," ujarnya.

Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis memerintahkan personelnya menembak mati anggota kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur ( MIT) bila melawan.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved