Advertorial

Selain Pola Hidup Sehat Perlu Ada Tambahan Proteksi Kesehatan, Yudi: Ini Pentingnya Program JKN-KIS

Hingga kini masih banyak peserta JKN-KIS yang belum memahami sistem Jaminan Kesehatan dan fasilitas yang diberikan dalam program BPJS Kesehatan ini.

jamkesnews.com
Yudi Furkon (45) tengah mengurus kartu keanggotaannya sebagai peserta JKN-KIS di kantor BPJS Kesehatan Cibinong, Kamis (11/6/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, CIBINONG - Menerapkan pola hidup sehat saja tak menjamin tubuh akan sehat selalu.

Maka, untuk menjaga kesehatan sebagai salah satu aset penting yang harus dipelihara, masyarakat juga harus memberikan proteksi tambahan untuk melindungi dirinya dari penyakit yang dapat menyerang tiba-tiba.

Proteksi tambahan itu adalah jaminan kesehatan yang dapat memberikan perlindungan bagi mereka apabila suatu saat jatuh sakit.

Baca juga: Terkena Leukemia, Hampir Seluruh Biaya Perawatan dan Pengobatan Riko Dibayar JKN-KIS BPJS Kesehatan

Yudi Furkon (45), salah satu peserta program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) mengaku jaminan kesehatan merupakan hal yang harus dimiliki oleh masyarakat.

Saat ini, ia sudah terdaftar menjadi peserta JKN-KIS segmen Peserta Penerima Upah (PPU) dari perusahaan tempatnya bekerja.

Ia telah mendaftarkan istri dan anaknya sebagai upaya pencegahan jika suatu saat ke depannya membutuhkan pelayanan kesehatan.

Baca juga: Biaya Operasi Caesar Istri sekitar Rp 13 Juta Dibayar BPJS Kesehatan, Roki: Terima Kasih JKN-KIS

Ditemui oleh tim Jamkesnews di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Cibinong di sela-sela kesibukannya mengurus Kartu JKN-KIS kepesertaan diri dan keluarganya, Yudi berbagi cerita tentang pentingnya memiliki Jaminan Kesehatan.

“Menurut saya, jaminan kesehatan sangatlah penting untuk diri kita sendiri maupun keluarga, terutama di saat pandemi virus corona yang menyebar di wilayah Indonesia hingga negara lain saat ini," tuturnya, Kamis (11/6/2020).

"Namun, jauh sebelum adanya wabah ini, jaminan kesehatan tersebut juga merupakan hal yang penting. Jaminan kesehatan memberikan kita rasa nyaman apabila memilikinya, karena pada suatu saat terjatuh sakit kita jadi lebih siap,” imbuh Yudi.

Baca juga: Biaya Operasi Radang Usus Istri Dipenuhi BPJS Kesehatan, Fajri Ajak Masyarakat Jadi Peserta JKN-KIS

Baca juga: Biaya Persalinan Istri Dijamin BPJS Kesehatan, Syarifudin Daftarkan Bayinya Jadi Peserta JKN-KIS

Meringankan biaya berobat

Ia menceritakan bahwa dirinya pernah menggunakan kartu JKN-KIS pada saat berobat.

Saat berobat ia merasakan keuntungan dan manfaat dari kartu JKN-KIS ini yaitu penghematan biaya berobat hampir tidak mengeluarkan sejumlah uang dengan adanya Kartu JKN-KIS.

“Waktu itu saya sakit dan berobat menggunakan Kartu JKN-KIS, biaya-biaya yang dibebankan kepada saya hampir semuanya ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Hal ini lah salah satu manfaat dan keuntungannya, yaitu meringankan biaya berobat," papar Yudi.

"Kemudian, apabila pada saat sakit tidak memiliki uang simpanan atau tidak memiliki uang lebih masih dapat berobat asalkan kartu JKN-KIS tersebut masih tetap aktif menjadi peserta Program JKN-KIS,” urainya lagi.

Kekurangan 

Lebih lanjut dikatakan, untuk pelayanan yang diberikan oleh fasilitas kesehatan JKN-KIS ini sudah bagus, meski ada beberapa kekurangan.

Menurut Yudi, kekurangan tersebut adalah masih banyaknya peserta JKN-KIS yang belum memahami sistem Jaminan Kesehatan dan fasilitas yang diberikan dalam program JKN-KIS ini.

"Saya berharap ke depannya Pemerintah, terutama BPJS Kesehatan, lebih banyak melakukan edukasi dan sososialisasi kepada peserta terkait Program JKN-KIS ini," tuturnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved