Breaking News:

Advertorial

Biaya Operasi Caesar Istri sekitar Rp 13 Juta Dibayar BPJS Kesehatan, Roki: Terima Kasih JKN-KIS

"Jika tak jadi peserta Program JKN-KIS, mungkin saya akan mengeluarkan uang lebih dari Rp 13.000.000..."

Editor: Fred Mahatma TIS
jamkesnews.com
Roki Saputra (24), salah satu peserta JKN-KIS yang merasakan manfaat kepesertaannya ketika sang istri harus menjalani operasi caesar. Warga Kecamatan Cipondok ini tak mengeluarkan biaya persalinan yang sekitar Rp 13 juta karena sudah ditanggung oleh BPJS Kesehatan. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIBINONG – Kehadiran program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari BPJS Kesehatan sudah banyak dirasakan manfaatnya oleh para anggotanya.

Salah satu peserta JKN-KIS yang merasakan manfaat tersebut adalah Roki Saputra (24), wiraswasta yang tinggal di Kecamatan Cipondok.

Sebelumnya, Roki telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) dari kantornya bekerja.

Baca juga: Biaya Operasi Radang Usus Istri Dipenuhi BPJS Kesehatan, Fajri Ajak Masyarakat Jadi Peserta JKN-KIS

Baca juga: Biaya Persalinan Istri Dijamin BPJS Kesehatan, Syarifudin Daftarkan Bayinya Jadi Peserta JKN-KIS

Menurut Roki, salah satu manfaat dan keuntungan yang didapatnya sebagai peserta JKN-KIS adalah rasa aman dan tak khawatir akan biaya kesehatan yang harus dikeluarkan, terutama ketika istrinya melahirkan secara caesar.

“Saya merasakan manfaat dan keuntungan dari JKN-KIS ini, yaitu pada saat istri melahirkan 2 hari lalu," tuturnya, Jumat (29/5/2020).

"Kemarin itu istri saya harus mendapat tindakan khusus dengan operasi caesar karena rahimnya yang kecil sementara bayi dalam kandungan beratnya 3,6 Kg. Alhamdulilah operasi yang dilakukan pada istri saya berjalan dengan normal," imbuh Roki.

Setelah operasi berjalan lancar, lanjutnya, Roki tak harus membayar proses persalinan sang istri.

Dengan dirinya terdaftar menjadi peserta JKN-KIS, seluruh biaya persalinan istrinya ditanggung semuanya oleh BPJS Kesehatan.

"Itu semua biaya ditanggung oleh BPJS Kesehatan, baik biaya operasi maupun perawatan serta obat-obatnya. Jika tak jadi peserta Program JKN-KIS, mungkin saya akan mengeluarkan uang lebih dari Rp 13.000.000," papar Roki.

Baca juga: Sedia Payung Sebelum Hujan, Imam: Atasi Masalah Kesehatan, Program JKN-KIS Solusinya

Baca juga: Jadi Kader JKN Berprestasi, Ini Suka Duka Sarmini dalam Mengedukasi Warga tentang Program JKN-KIS

Bersyukur

Atas pengalaman yang ia alami tersebut, Roki sangat bersyukur menjadi peserta JKN-KIS.

Ia tak lagi pusing memikirkan biaya-biaya yang ditimbulkan. Yang dipikirkan hanya soal biaya iuran wajib per bulannya kepada BPJS Kesehatan saja.

“Saya sangat berterimakasih pada BPJS Kesehatan dan Pemerintah dengan adanya Program JKN-KIS ini bisa menyelamatkan anak saya bisa lahir di kehidupan ini dan istri saya. Setelah ini, mungkin saya akan mengurus kepesertaan anak saya menjadi peserta JKN-KIS,” tambah Roki.

Sebelum mengakhiri wawancara, Roki mengajak masyarakat yang belum mendaftar Program JKN-KIS untuk mendaftar segera.

Sebab, dari pengalamannya biaya perawatan dan sebagainya akan terus naik dari tahun ke tahun dan tidak dapat memprediksi berapa besar biaya tagihan dari Rumah Sakit.

"Makal, lebih baik kita menyisihkan uang per bulan untuk membayar iuran tetapi tak khawatir untuk jangka panjang," tutur Roki. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved