Virus Corona Jakarta

Doni Monardo Ungkap Ada Tambahan Kasus Covid-19 usai Kegiatan Maulid di Petamburan dan Megamendung

Dari data terakhir yang diterima Kamis malam (19/11), untuk wilayah Petamburan Jakarta Pusat telah dilakukan swab terhadap 15 orang.

Editor: Feryanto Hadi
Tribunnews/Dany Permana
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Doni Monardo berbincang dengan redaksi Tribun Network di Jakarta, Senin (7/9/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Ketua Satgas Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo menyebut ada penambahan kasus positif corona terkait kerumunan orang pada rangkaian acara Maulid Nabi SAW yang dihadiri oleh Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

Doni menyatakan data terakhir yang diterima Kamis malam (19/11), untuk wilayah Petamburan Jakarta Pusat telah dilakukan swab terhadap 15 orang.

Dari jumlah itu ada 7 orang positif Covid 19, termasuk Lurah Petamburan.

Data Jumat sore 20 November, hasil swab antigen untuk Kluster Mega Mendung adalah yang diperiksa 559 orang, yang positif ada 20 orang.

Laporan lain, terdapat 50 orang positif Covid 19 yang mayoritas berdomisili sekitar Tebet.

Baca juga: Polisi Juga Panggil Putri dan Menantu Habib Rizieq, tapi Keduanya Tidak Hadir dalam Pemeriksaan

"Kami berharap Kerjasama dengan semua komponen masyarakat di berbagai daerah terutama di DKI Jakarta dan Jawa Barat,"ujar Doni Munardo di Jakarta, Jumat (20/11/2020).

"Khususnya juga para Ketua RT dan Ketua RW untuk menyampaikan pesan kepada keluarga-keluarga bagi yang kemarin ikut beraktivitas baik mulai dari penjemputan di Bandara Soekarno Hatta, kegiatan Maulid Nabi di Tebet, dan juga di Mega Mendung, serta acara terakhir di Petamburan mohon dengan kesadaran sendiri untuk melaporkan diri kepada Ketua RT dan Ketua RW lalu dengan kesadaran dan keikhlasan itu memeriksa diri ke Puskesmas," imbuh Doni.

Pada Jumat 20 November, BNPB telah menyalurkan 2.500 swab antigen ke seluruh Puskesmas yang berada di daerah-daerah yang berpotensi terjadi peningkatan kasus di DKI, Banten dan Jabar.

Baca juga: Viral setelah Konvoi di Petamburan, Begini Tugas Koopssus, Satuan Elit TNI Penangkal Terorisme

Bakal telepon semua gubernur

Pada kesempatan sebelumnya, Doni Monardo mengaku telah menginstruksikan seluruh kepala daerah, Pangdam, dan Kapolda, melarang seluruh kegiatan yang menimbulkan kerumunan massa.

Doni bahkan secara tegas bakal menelepon satu per satu semua gubernur, Pangdam, dan Kapolda di seluruh Indonesia, untuk mengingatkan agar benar-benar menjalankan larangan kerumunan massa.

Sebab, Doni tak ingin kejadian yang terjadi di Jakarta beberapa hari lalu terjadi juga di daerah lain.

Baca juga: DAFTAR Terbaru 28 Zona Merah Covid-19 di Indonesia: Jawa Tengah Terbanyak, Jawa Barat Mengekor

"Jika para pemimpin di daerah tegas menjalankan dan mematuhi protokol kesehatan, maka kita sudah melindungi rakyat kita," kata Doni kepada wartawan, Kamis (19/11/2020).

Doni juga berharap para gubernur, Pangdam, dan Kapolda bisa segera membuat jumpa pers sekaligus menyampaikan ke publik, bahwa di masa pandemi harus disiplin dan patuh pada protokol kesehatan sesuai arahan Presiden Jokowi.

Para tokoh ulama, tokoh masyarakat, atau siapapun dapat menunda segala bentuk aktivitas yang berpotensi menimbulkan kerumunan dan melanggar protokol kesehatan.

Baca juga: Masuk Jalur Bus Transjakarta, Pengemudi BMW Tabrak Pejalan Kaki Hingga Tewas di Jalan Panjang

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved