Minggu, 10 Mei 2026

Berita Jakarta

Buku Pendidikan yang Berkebudayaan Diterbitkan Gramedia Pustaka, Pontjo: Pendidikan Didasari Budaya

Buku Pendidikan yang Berkebudayaan Diterbitkan Gramedia Pustaka. Pontjo Sutowo sebut pendidikan di Indonesia harus didasari budaya Indonesia.

Tayang:
Penulis: Dodi Hasanuddin | Editor: Dodi Hasanuddin
Wartakotalive.com/Dodi Hasanuddin
Ketua Aliansi Kebangsaan, Pontjo Sutowo 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Aliansi Kebangsaan dan Suluh Nuswantara Bakti membedah buku berjudul “Pendidikan yang Berkebudayaan: Histori, Konsepsi dan Aktualisasi Pendidikan Transformatif.

Bedah buku tersebut secara virtula pada Jumat (13/11/2020).

Buku yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka ini adalah karya kedua Yudi PhD, pakar Aliansi Kebangsaan, di tahun ini.

Buku setebal 452 halaman ini berisi tentang konsep transformasi pendidikan dengan menyumberkan pada konsep dan visi-misi pendidikan Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hadjar Dewantara yakni sebagai proses belajar menjadi manusia seutuhnya untuk dipelajari dan dikembangkan dalam hidup.

Dalam bedah buku yang dimoderatori Bambang Pharma, ini menghadirkan cendikiawan muslim Prof. Azyumarzi Azra, MA, pakar pendidikan nasional Ki Dharmaningtyas, aktivis pendidikan Dhitta Putri Saravati, dan sang penulis sendiri sebagai narasumber.

Yudi Latif sendiri dikenal sebagai penulis yang konsisten berdiri pada historikal idealisme atau dunia gagasan sebagai lawan dari historikal materialism. Yang banyak menggabungkan pemikiran-pemikiran Max Weber, Durkheim dan Robert K Merton, para sosiolog Amerika.

Dalam pengantarnya, Ketua Aliansi Kebangsaan Pontjo Sutowo, menyampaikan bahwa bedah buku ini sengaja diadakan dalam suasana peringatan “Hari Pahlawan”, untuk menghormati para pahlawan Indonesia.

Bangsa Indonesia memiliki sejumlah tokoh pendidikan yang sudah diakui sebagai pahlawan nasional, yaitu Ki Hajar Dewantara, R.A Kartini, Dewi Sartika, Kyai Hasyim Asy’ari, dan Kyai Ahmad Dahlan.

“Sekaligus refleksi perenungan terhadap nilai-nilai kepahlawanan para pejuang bangsa Indonesia dalam membebaskan diri dari penjajahan termasuk perjuangan pembebasan dari kebodohan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan nasional,” kata Pontjo Sutowo.

Pontjo menegaskan, pendidikan tidak bisa dilepaskan dari kebudayaan.

Sebagai wahana penyemaian nilai-nilai dan pembangunan budaya, pendidikan nasional sudah seharusnya tetap berakar kuat pada bangsanya sendiri, yakni pendidikan yang tidak meninggalkan akar-akar sejarah dan kebudayaan bangsa Indonesia.

Menurutnya, pendidikan yang tidak didasari oleh budaya bangsa akan menghasilkan generasi yang tercabut dari kebudayaan bangsanya sendiri.

Pendidikan yang tidak menyatu dengan kebudayaan akan cenderung asing dan akan ditinggalkan oleh masyarakatnya sendiri.

Keterkaitan pendidikan dengan kebudayaan juga semakin menemukan relevansinya, karena budaya merupakan faktor penentu keberhasilan maju atau mundurnya peradaban bangsa.

Signifikansi budaya terhadap kemajuan sebuah bangsa dikemukakan oleh Yudi Latif dalam bukunya ini dengan sangat komprehensif.

Baca juga: APPTI Dorong Penerbitan Kampus Luncurkan Buka Murah, UI Publishing: Buku Digital yang Aman Dibajak

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved