Breaking News:

Infrastruktur

LRT Jabodebek, Kementerian Perhubungan: Progres Pembangunan Sudah Mendekati 80 Persen

LRT Jabodebek, Kementerian Perhubungan: Progres pembangunan sudah mendekati 80 persen. Selanjutnya mengejar progres terkait pembangunan stasiun.

Editor: Hertanto Soebijoto
Warta Kota/Mohamad Yusuf
LRT Jabodebek, Kementerian Perhubungan: Progres pembangunan sudah mendekati 80 persen, Kamis (12/11/2020). Foto ilustrasi: Pengangkatan kereta LRT Jabodebek di Stasiun Harjamukti, Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (13/10/2019). 

WARTAKOTALIVE.COM, BANDUNG - LRT Jabodebek, Kementerian Perhubungan: Progres pembangunan sudah mendekati 80 persen. Selanjutnya mengejar progres terkait pembangunan stasiun.

Progres pembangunan Light Rapid Transit (LRT) Jabodebek hingga saat ini hampir 80 persen sehingga diharapkan di jalur mainline tahun ini semua konstruksi sipil sudah selesai.

"Selanjutnya, mengejar progres terkait pembangunan stasiun," ungkap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) LRT Kementerian Perhubungan Ferdian, Kamis (12/11/2020).

Baca juga: VIDEO : Rangkaian Gerbong LRT Jabodebek Tiba di Jakarta

Baca juga: LRT Jabodebek Akan Diujicoba Bertahap Minggu Ini, Cibubur sampai Cawang

Tahun depan, kata Ferdian, fokus utamanya yaitu di sistem persinyalan, di mana Len Industri adalah salah satu subkon utamanya yang harus betul-betul mengejar progres agar LRT dapat mulai beroperasi tepat waktu.

Kementerian Perhubungan bersama Len Industri, Adhi Karya, INKA dan KAI kembali melakukan uji coba penggunaan sistem persinyalan LRT Jabodebek dengan kereta melalui lintas Stasiun TMII-Stasiun Harjamukti.

Kali ini pengujian disaksikan oleh PPK LRT Kementerian Perhubungan Ferdian beserta beberapa orang perwakilan dari Kementerian BUMN dan Kementerian Perhubungan lainnya.

Menurut Ferdian sampai saat ini Len Indusri sudah cukup baik dan ian itu sudah terbukti, kita sudah bekerjasama puluhan tahun di bidang perkeretaapian.

Baca juga: Mulai Hari Ini Jalan Setiabudi Tengah Ditutup karena Proyek LRT Jabodebek, Begini Kondisi Terkini

"Saya berpesan bahwa dengan adanya sistem moving block yang kita kembangkan ini mudah-mudahan Len bisa kembali ke tujuan awalnya. Yang diharapkan, Len tidak hanya melakukan instalasi, namun Len bisa mengembangkan sistem atau produknya sendiri hingga suatu hari nanti secara internasional bisa diakui dan dipergunakan meluas tidak hanya di Indonesia, bahkan ke Asia hingga Eropa," ujar Ferdian.

Direktur Operasi II PT Len Industri (Persero), Linus Andor Mulana S menyatakan pihaknya akan melakukan yang terbaik dalam pengerjaan sistem operasi di LRT Jabodebek ini.

"Pandemi sekarang memberikan sedikit pengaruh bagi tim, yaitu penyelesaian pekerjaan menjadi sedikit terhambat, karena pada dasarnya pekerjaan signaling bisa dimulai jika pekerjaan ruang lingkup lainnya sudah selesai. Namun secara umum, kami tidak merasa ada dampak yang signifikan terhadap pekerjaan kami," Linus.

Baca juga: Pembangunan LRT Jabodebek Capai 61,87 persen

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved