Sabtu, 25 April 2026

Isyef Bantu Wirausaha Berbasis Masjid Senilai Rp 225 Juta

Isyefpreneur, kegiatan pemberdayaan entrepreneur (wirausaha), membidik para pemuda berbasis masjid untuk dibimbing jadi pengusaha

Editor: Ign Prayoga
Istimewa
Chairman Isyef Atras Mafazi 

WARTAKOTALIVE.COM, PALMERAH -- Indonesia Islamic Youth Economic Forum (Isyef) menggelar Isyefpreneur yang merupakan kegiatan pemberdayaan entrepreneur (wirausaha).

Secara khusus, kegiatan pemberdayaan ini membidik pemuda berbasis masjid.

Isyefpreneur merupakan program kerja sama antara Isyef dengan Bank Indonesia, Indonesia Sharia Economy Festival (ISEF), dan Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Chairman Isyef, Atras Mafazi, menyatakan tekadnya untuk menggarap potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari masjid.

"Kami ingin mengoptimalkan potensi UMKM yang lahir dari masjid, yang digerakkan oleh anak-anak muda yang beraktivitas di seputaran masjid," kata Atras Mafazi di Jakarta, baru-baru ini.

"Di Indonesia, ada sekitar 800 ribu masjid. Jika satu masjid ada satu UMKM yang lahir, maka begitu besar impact yang lahir dari UMKM," imbuhnya.

Kegiatan ini sejalan program pemerintah. "Kita tahu, UMKM ini sangat didorong oleh pemerintah Indonesia, khususnya di masa pandemi ini, untuk menggerakkan roda ekonomi dari akar rumput,” ujar Atras Mafazi.

Begitu diperkenalkan ke kalangan kalangan pemuda masjid, Isyefpreneur mendapat sambutan luar biasa. Penyelenggara menerima 177 proposal dari berbagai wilayah.

Setelah diperiksa, sebanyak 25 proposal usaha dari 25 komunitas masjid dinyatakan lolos kualifikasi. Proposal tersebut sangat beragam, mulai dari usaha makanan dan minuman, layanan ojek online, layanan belajar mengaji berbasis aplikasi, hingga layanan teknologi edukasi atau lazim dikenal dengan istilah edu-tech.

Baca juga: Ada 37 Pemilik Rumah di Pabuaran, Bojonggede, Kabupaten Bogor Terdampak Pembangunan Underpass

Proposal terpilih berhak mendapatkan mentoring atau bimbingan mulai tanggal 24 September hingga 25 Oktober 2020. Bimbingan didapatkan dari para senior entrepreneurs maupun para pakar di bidang lain, seperti ahli hukum, ahli keuangan syariah, hingga para pendiri start-up.

Salah satu mentor Isyefpreneur yang juga Founder dan CEO Hijup, Diajeng Lestari mengaku kagum dengan kreativitas dan inovasi komunitas pemuda masjid yang proposalnya masuk 25 besar.

Diajeng pun mendorong komunitas pemuda lain dan anak-anak muda Islam lainnya untuk berlomba-lomba menghidupkan masjid dengan mengadaptasi kegiatan wirausaha berbasis masjid.

“Ada banyak sekali peluang bagi umat Islam, asal mau berusaha dan berkreasi. Apalagi, di masa sekarang ini, banyak sekali usaha yang terdampak akibat pandemi. Lahirnya ide-ide baru, seperti yang terangkum di program Isyefpreneur ini mudah-mudahan menjadi spirit untuk kebangkitan usaha. Dimulai dari kita, anak-anak muda Islam, insya Allah,” ungkap Diajeng.

Pada tahap akhir, setelah mentoring, peserta Isyefpreneur akan menjalani masa seleksi lanjutan untuk mendapat kesempatan mendapat ‘Berkah Syariah’ yang nilai totalnya mencapai Rp 225 juta.

Warteg Hidroponik

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved