Breaking News:

Kabar Tokoh

Ustaz Abdul Somad Dapat Gelar Imam dari Kesultanan Sambas Masih Turunan Brunei Darussalam

Ustaz Abdul Somad baru saja mendapatkan gelar dari Kesultanan Sambas di Kalimantan Barat.

Instagram @ustadzabdulsomad_official
Ustaz Abdul Somad menerima gelar dari Kesultanan Sambas, Rabu 4 November 2020 

Selain bersilaturahmi dengan keluarga Kesultanan Sambas, Ustadz Abdul Somad juga berkesempatan menyampaikan tausiyah di halaman Istana.

Setelah menyelesaikan agenda di Sambas, Ustadz Abdul Somad kemudian ke Singkawang dan menyampaikan tausiyah di Masjid Agung Singkawang, Kamis 5 November 2020.

Tentang Kesultanan Sambas 

Dikutip dari Kesultanan Melayu Sambas adalah kesultanan yang terletak di wilayah pesisir utara Provinsi Kalimantan Barat atau wilayah barat laut Pulau Kalimantan dengan pusat pemerintahannya adalah di Kota Sambas sekarang.

Kesultanan Sambas adalah penerus pemerintahan dari kerajaan-kerajaan Sambas sebelumnya. Kerajaan yang bernama Sambas di wilayah ini paling tidak telah berdiri dan berkembang sebelum abad ke-14 M sebagaimana yang tercantum dalam Kitab Negarakertagama karya Mpu Prapanca.

Kesultanan Sambas
Kesultanan Sambas (TribunPontianak)

Pada masa itu rajanya bergelar "Nek", salah satunya bernama Nek Riuh. Setelah masa Nek Riuh, pada sekitar abad ke-15 M muncul pemerintahan raja yang bernama Tan Unggal yang terkenal sangat kejam.

Karena kekejamannya ini Raja Tan Unggal kemudian dikudeta oleh rakyat dan setelah itu selama puluhan tahun rakyat di wilayah Sungai Sambas ini tidak mau mengangkat raja lagi.

Pada masa kekosongan pemerintahan di wilayah Sungai Sambas inilah kemudian pada awal abad ke-16 M (1530) datang serombongan besar orang-orang dari Pulau Jawa (sekitar lebih dari 500 orang) yaitu dari kalangan Bangsawan Kerajaan Majapahit yang masih beragama Hindu, yaitu keturunan dari Raja Majapahit sebelumnya yang bernama Wikramawardhana.

 Lambang Kesultanan

Pada saat itu di pesisir dan tengah wilayah Sungai Sambas ini telah sejak ratusan tahun didiami oleh orang-orang Melayu yang telah mengalami asimilasi dengan orang-orang Dayak pesisir di mana karena saat itu wilayah ini sedang tidak ber-Raja (sepeninggal Raja Tan Unggal) maka kedatangan rombongan pelarian Majapahit ini berjalan mulus tanpa menimbulkan konflik.

Lambang Kesultaan Sambas (Wikipedia) 
Halaman
123
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved