PSBB Jakarta

Satpol PP Jakarta Barat Segel 43 Restoran dan 13 Perkantoran saat PSBB Transisi, Ini yang Dilanggar

Satpol PP Jakarta Barat segel 43 restoran dan 13 perkantoran saat PSBB transisi tahap kedua, 12-31 Oktober 2020. Ini alasan penyegelan.

Istimewa
Ilustrasi: Petugas Satpol PP Jakarta Selatan Menyegel tempat usaha. Terdapat sebanyak 77 tempat usaha yang disegel karena melanggar protokol kesehatan selama PSBB Transisi 

Aparat Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta menyegel peralatan musik serta gedung di tempat hiburan malam Top 10 di kawasan Taman Sari, Jakarta Barat, Jumat (2/10/2020). (FOTO ANTARA/HO-Satpol PP DKI)

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Satpol PP Jakarta Barat segel 43 restoran dan 13 perkantoran saat PSBB transisi tahap kedua, 12-31 Oktober 2020. 

Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Barat menindak sebanyak 56 tempat usaha yang melanggar protokol kesehatan di wilayahnya selama masa PSBB transisi yang berlaku kembali sejak 12-31 Oktober 2020.

"Karena mereka mayoritas masih beroperasi sampai di atas jam 21.00 WIB malam," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Barat Tamo Sijabat di Jakarta, Senin (2/11/2020) malam.

Penindakan, kata dia,  dilakukan dengan penyegelan tempat usaha, mayoritas merupakan restoran yang melanggar batas jam buka operasional saat PSBB transisi.

Rinciannya, kata dia, sebanyak 43 tempat usaha restoran disegel selama 1x24 jam, sedangkan untuk perusahaan atau perkantoran di Jakarta Barat yang ditindak ada 13 tempat selama 3x24 jam.

Penyebab perusahaan dan perkantoran ditutup, katanya, karena tidak melaksanakan pengurangan jumlah karyawan di dalam kantor, hingga tidak menyediakan penanda jarak di area tempat kerja.

Baca juga: Total Pelanggar Operasi Yustisi PSBB Transisi di Jakarta Tembus 8 Ribu Orang

Baca juga: Waduh, PSBB Transisi Kembali Diterapkan Anies, Volume Kendaraan dan Pesepeda Justru Makin Meningkat

Setelah dilakukan penindakan, kata dia, semua restoran dan perusahaan maupun perkantoran kembali taat dengan aturan.

Hal itu, menurut Tamo Sijabat, terbukti dari tidak adanya sanksi denda administrasi yang dibayarkan tempat usaha itu setelah adanya penindakan.

Sementara itu Kasie Penindakan Satpol PP Jakarta Barat Ivand Sigiro menegaskan tempat usaha yang melanggar protokol kesehatan Covid-19 dipastikan disegel dan dikenakan denda sesuai aturan yang berlaku.

Baca juga: PSBB Transisi Kembali Diperpanjang, Anies Minta Masyarakat tidak Mudik saat Libur Panjang

"Karena kita berupaya untuk meminimalisir penyebaran Covid-19, khususnya di Jakarta Barat," katanya. (Antaranews)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved