Berita Bekasi

Libur Panjang, 70 Persen Penumpang Terminal Induk Bekasi Berangkat Menuju Jawa Barat

Libur Panjang, 70 Persen Penumpang Terminal Induk Bekasi Berangkat Menuju Jawa Barat, di antaranya Bandung, Garut, Tasikmalaya, Sukabumi, dan Cirebon

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Suasana Terminal Induk Bekasi di Jalan Insinyur Juanda, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (29/10/2020) 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Lonjakan jumlah penumpang di Terminal Induk Bekasi terjadi pada tujuan ke wilayah priangan.

Wilayah priangan itu seperti Bandung, Garut, Tasikmalaya, Sukabumi, dan Cirebon.

Demikian diungkapkan Mulyadi, Pengurus Perusahaan Otobus (PO) Primajasa kepada wartawan, pada Kamis (29/10/2020).

Ia menjelaskan lonjakan penumpang yang menuju ke wilayah priangan itu terjadi hingga 70 persen, pada Rabu (28/10/2020).

"Untuk hari ini peningkatan 45 persen," ujarnya.

Mulyadi menerangkan pihaknya juga telah menyiapkan armada bus tambahan sebagai antisipasi jika terjadi lonjakan tinggi.

Meskipun, selama pandemi ini kenaikan jumlah penumpang tidak pernah mencapai 100 persen.

"Kalau sebelum Covid-19, momen libur gini apalagi saat gajian bisa naik sampai 300 persen. Sekarang ini engga, tapi tetap kami siapkan armada tambahan," beber dia.

Baca juga: Cegah Kemacetan pada Puncak Arus Balik Libur Panjang Maulid Nabi, Berikut Imbauan Kemenhub

Mulyadi menambahkan ditengah pandemi Covid-19 Primajasa komitmen menerapkan protokol kesehatan sesuai aturan serta anjuran pemerintah. Mulai kapasitas penumpang bus sebanyak 50 persen, supir serta kondektur wajib mengenakan masker.

"Kami juga lakukan penyemprotan disinfektan ke armada bus ke area tempat duduk penumpang," paparnya.

Kepala Terminal Induk Bekasi, Muhtar mewajiibkan penumpang serta perusahaan otobus (PO) untuk menerapkan protokol kesehatan.

Apalagi saat momen libur panjang Maulid Nabi SAW akhir Oktober 2020 ini.

"Kami wajibkan penumpang terapkan protokol kesehatan 3M, menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak," kata Muhtar kepada Wartakotalive.com di Terminal Induk Bekasi, pada Kamis (29/10/2020).

Baca juga: Ini Alasan Pemilik Soto Seger Boyolali Berikan Makan Gratis Bagi Pemilik Nama Muhammad atau Ahmad

Ia menegaskan untuk PO bus wajib mematuhi aturan 50 persen penumpang dari jumlah kapasitas.

Selain itu, sopir serta kondektur wajib selalu memakai masker. Armada bus juga wajib dilakukan penyemprotan cairan disinfektan sebelum ditempat penumpang untuk keberangkatan.

"Kami juga tetap melakukan cek suhu kepada penunpang, jika diatas dari suhu normal kami suruh istirahat atau pulang," imbuh dia.

Tim Satgas dari unsur terminal, Kepolisian dan TNI bakal terus melakukan monitoring serta operasi disiplin protokol kesehatan.

"Ini semua dilakukan guna mencegah penyebaran Covid-19 di area terminal," paparnya. (maz)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved