Hukum

ILHAM Bintang Gugat Indosat dan Commonwealth Bank Rp 100 Miliar Terkait Pembobolan Rekening Pribadi

Wartawan senior Ilham Bintang layangkan gugatan Rp 100 miliar kepada Indosat dan Commonwealth Bank terkait kasus pembobolan rekening pribadinya.

Editor: Suprapto
Bintang.com
Ilham Bintang layangkan gugatan Rp 100 miliar kepada Indosat dan Commonwealth Bank secara perdata terkait kasus pembobolan rekening pribadinya. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA--  Ilham Bintang menggugat PT Indosat Ooredoo dan Commonwealth Bank secara perdata terkait kasus pembobolan rekening pribadinya.

Wartawan senior yang juga Pemimpin Redaksi Cek & Ricek ini  segera memasukkan gugatan perdata terhadap dua korporasi yang dinilainya  bertanggung jawab atas dibajaknya SIM card telepon selularnya dan dibobolnya rekening banknya oleh sindikat pembobol rekening bank.

Kedua korporasi itu adalah perusahaan selular PT Indosat Ooredoo, berkantor di Jalan Merdeka Barat no 21, Jakarta Pusat, dan bank asing Commonwealth Bank,  berkantor di Gedung WTC  lantai 6, Jalan Jenderal Sudirman Kavling 24-31.

Gugatan yang diajukan, selain kerugian materiil, juga kerugian inmateriil, sebesar Rp.100 miliar kepada pihak Indosat Ooredoo dan Commonwealth Bank.

Baca juga: Ilham Bintang Jalani Sidang Perdana Pembobolan Rekening, Ingin Petugas SIM Card Jadi Saksi

Baca juga: Sedang di Luar Negeri, ATM Ilham Bintang Dibobol dan Disisakan Hanya 20 Dolar

Tim pengacara untuk gugatan perdata ini adalah : Wina Armada SH, Dr Purwaning, Gabril Mahal SH, dan Ryan Dwianto, SH. Gugatan perdata itu didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Senin kemarin.

"Sejak awal kasus pembajakan HP Indosat dan dikurasnya uang tabungan saya di Commonwealth Bank, kemudian masuk pengadilan, saya sudah merasakan kejanggalan hukum," ujar Ilham Bintang.

Dia mempertanyakan, mengapa hanya pelaksana kejahatan yang diadili, tetapi korporasi besar yang seharusnya bertanggung jawab mengamankan identitas privasinya, termasuk uang tabungan di bank, bisa lepas tangan.

Diskusi di rumah Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat itu digelar setelah mereka menerima kabar bahwa sindikat pembobolan bank Ilham Bintang, Rabu lalu (21/10/20) telah divonis bersalah oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Anggota sindikat dijatuhi hukuman bervariasi dari 2 hingga 4 tahun.

Ilham mengatakan dia menghormati keputusan majelis hakim. Tapi, dia menilai vonis itu tidak akan berdampak kuat pada penjeraan provider kartu ponsel dan perbankan untuk menjamin rahasia privasi publik serta simpanannya di bank.

Masyarakat sudah lama resah akibat seringnya kasus pembajakan nomor SIM HP dan berlanjut pembobolan uang tabungan nasabah bank di pelbagai kota. Bahkan, setelah kasusnya ditangani pihak berwajib pun korban kejahatan simcard dan perbankan terus berjatuhan.

“Semula saya berharap, kasus saya akan menjadi  momentum pemungkas bagi dibangunnya sistem pengamanan yang lebih ketat terhadap rahasia privasi identitas publik yang dilayani korporasi besar yang sudah meraup keuntungan besar dari konsumennya," katanya.

Tapi, setelah di pengadilan, wakil korporasi besar tidak diadili dan seperti terkesan tidak ikut bertanggung jawab atas kerugian nasabah mereka. Ini jelas tidak adil. Makanya bersama Tim Pengacara, Ilham bertekad men-challenge kejanggalan tersebut.

Sementara itu, Senin siang kemarin Warta Kota menghubungi Shavira, VIP Customer Care Indosat, untuk meminta tanggapan terkait kasus tersebut.

Shavira adalah orang yang selama ini terlibat dalam penanganan kasus Ilham Bintang dengan Indosat.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved