Jumat, 17 April 2026

Berita Internasional

PRESIDEN Turki Erdogan Minta Presiden Perancis Macron Periksa Mental, Selalu Serang Agama Tertentu

Presiden Turki Erdogan meminta Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk memeriksakan mentalnya karena pernyataannya selalu menyudutkan Islam.

Editor: Suprapto
dailymail
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meminta Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk memeriksakan mentalnya karena pernyataannya selalu menyudutkan Islam. Sejumlah demonstrasi menghujat pernyataan Macron juga terus terjadi di sejumlah negara Islam. 

* Presiden Turki Erdogan minta Presiden Perancis periksa mental

* Emmanuel Macron dituding selalu serang Islam

* Demo hujan Presiden Perancis terus berlanjut

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan marah terhadap Presiden Perancis Emmanuel Macron yang sering menyerang Islam.

Erdogan minta Macron untuk memeriksakan mentalnya setelah komentarnya tentang Islam dinilai sangat berlebihan.

Hari ini reaksi keras terhadap komentar Presiden Emmanuel Macron tentang Islam semakin meningkat, dengan banyak Muslim menuntut boikot terhadap Prancis.

Presiden Macron bersumpah bahwa Prancis tidak akan menyerah pada kartun dan mengatakan bahwa Samuel Paty 'dibunuh karena Islam menginginkan masa depan kita'.

Samuel Paty adalah guru di Perancis yang dipenggal pada 16 Oktober 2020 karena menunjukkan karikatur Nabi Muhammad kepada murid-muridnya dalam pelajaran tentang kebebasan berbicara.

Baca juga: Kepala Guru Sejarah di Perancis Dipenggal, Presiden Emmanuel Macron Mengecam Serangan Teroris

Baca juga: DUBES Perancis Diperiksa Polisi setelah Berhubungan Badan Tanpa Pakai Kondom, Dituduh Memerkosa

Pemeriksaan Mental Macron

Berita terkini Warta Kota yang diperoleh dari Dailymail.co.uk menyebutkan, terkait komentar Presiden Perancis itu, Erdogan mendesak Macron untuk melakukan 'pemeriksaan mental'.

Erdogan meminta Macron untuk memperlakukan 'jutaan anggota dari kelompok agama yang berbeda dengan cara ini'.

Komentar keras Erdogan telah mendorong Paris untuk memanggil utusannya untuk berkonsultasi ke ibu kota Turki, Ankara.

Pemimpin Turki itu menggandakan komentar itu hari ini, menuduh Macron 'terobsesi dengan Erdogan siang dan malam'.

Dalam pidato yang disiarkan televisi di kota Malatya, Anatolia timur, Erdogan mengatakan: '[Macron] adalah sebuah kasus dan oleh karena itu dia benar-benar perlu menjalani pemeriksaan [mental].'

Otoritas Prancis mengumumkan pada hari Kamis bahwa tujuh orang akan dituntut atas 'konspirasi untuk melakukan pembunuhan teroris' atas pemenggalan kepala Paty.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved