Berita Internasional
Pernyataan Paus Fransiskus soal LGBT Tuai Respon Luas
Sebagian menyambut baik dan menganggap sebagai dorongan untuk membebaskan doktrin gereja yang mengutuk.
“Demonstrasi toleransi, cinta dan hormat terhadap orang-orang ini penting, terutama sekarang karena kita melihat berbagai negara Amerika Tengah berkembang,” kata Dávila.
“Panama membicarakan masalah ini, Meksiko dan Kosta Rika telah mengeluarkan undang-undang, mungkin ini (komentar Pau Fransiskus) bisa membantu,” ujar Dávila.
Di La Paz, Bolivia, aktivis hak gay David Aruquipa, yang telah berjuang di pengadilan selama 11 tahun untuk pengakuan hukum atas hubungannya dengan pasangannya, bersimpati dengan kata-kata paus.
Baca juga: Menengok Paus Fransiskus dan Kontroversi Persoalan Homoseksual, Paus Dukung LGBT?
“Bagi kami yang mencari pengakuan, saya yakin ini sangat terkait dengan legalisasi ikatan sipil, sehingga pasangan dan keluarga dari orang yang sesama jenis memiliki hak sipil,” kata Aruquipa.
Di Zimbabwe, rumah bagi lebih dari 1 juta umat Katolik, mereka yang mendorong perlakuan yang sama terhadap kaum homoseksual melihat komentar paus sebagai langkah maju.
Namun, mengatakan hal itu tidak akan banyak berubah di negara yang hubungan sesama jenis tidak disukai dan sering mengundang ejekan publik, dan di mana pernikahan sesama jenis dilarang.
“Kami masih mengalami penghinaan mendasar seperti kriminalisasi tindakan seksual antara laki-laki dan serangan verbal yang tajam dan ejekan dari para pemimpin kami,” kata Chester Samba, direktur Gays and Lesbians of Zimbabwe.
Baca juga: Ribuan Santri GP Ansor Depok Serentak Doakan Pradi-Afifah Jadi Pemimpin di Kota Depok
Di Filipina, rumah bagi sebagian besar umat Katolik di Asia, ada kecaman dari beberapa pemimpin gereja, tetapi optimisme di ranah politik.
Harry Roque, juru bicara Presiden Rodrigo Duterte, mengatakan presiden telah lama mendukung ikatan sipil sesama jenis dan dukungan kepausan akhirnya dapat membujuk legislator untuk menyetujui mereka di Kongres.
Di masa lalu, proposal semacam itu telah ditentang atau dihindari oleh legislator konservatif atau mereka yang takut akan kemarahan para pemimpin gereja yang berpengaruh. “Dengan dukungan tidak kurang dari paus, saya pikir bahkan yang paling konservatif dari semua umat Katolik di Kongres seharusnya tidak lagi memiliki dasar untuk keberatan,” kata Roque.
Kembali ke Amerika Latin, awal bulan ini lebih dari 300 orang melakukan protes di hadapan Mahkamah Agung Panama.
Baca juga: Surat Edaran MA, Benny Tjokro dan Heru Hidayat Diambang Hukuman Berat
Selama hampir 4 tahun, 3 tuntutan hukum telah diajukan ke pengadilan yang menuntut agar pernikahan sesama jenis dilegalkan. Iván Chanis, presiden Equal Foundation, berkata,
“Saat ini Gereja Katolik semakin dekat dengan apa yang sudah diakui oleh banyak masyarakat di dunia, yaitu penghormatan terhadap pasangan sesama jenis dan aspirasi mereka untuk membuat sebuah keluarga.”
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ucapan Paus Fransiskus Soal Ikatan Sipil Sesama Jenis Tuai Kontroversi Dunia"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/paus-fransiskus-ketika-hendak-melepaskan-masker.jpg)