Breaking News:

Di Tengah Pandemi, 800 Orang dari Pemprov dan DPRD DKI Gelar Raker Anggaran di Puncak, Bogor

Dengan jumlah pesertanya yang sangat banyak sehingga DPRD memutuskan untuk menggelar rapat tersebut di luar kantor.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Mohamad Yusuf
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
DPRD DKI Jakarta menggelar Raperda penanggunglan Covid-19, Selasa (6/10/2020). Raperda ini memutuskan pemberikan insentif terhadap tenaga kesehatan dan tenaga penunjang sebagai kewajiban pemerintah. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Di tengah pandemi covid-19, DPRD dan Pemprov DKI menggelar rapat kerja (raker) anggaran di Puncak, Bogor, Jawa Barat.

Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris DPRD DKI Jakarta Hadameon Aritonang memastikan, raker itu diikuti seluruh anggota dewan berjumlah 104 orang dan satuan perangkat kerja daerah (SKPD) di DKI.

Rapat dengan agenda pembahasan dan pendalaman Rancangan Kebijakan Umum Perubahan APBD (KUPA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan 2020, itu digelar di Hotel Grand Cempaka, Jalan Raya Puncak, Bogor, Jawa Barat pada Rabu (21/10/2020).

Baca juga: Video, Sebut Dirinya Orang Kaya Nongkrongnya di Mal, Wanita ini Disindir Telak Crazy Rich Surabaya

Baca juga: Suami Celurit Pria yang Pergoki Telanjang dengan Istri di Kamar, Ternyata Mantan PSK

Baca juga: Polisi Sebut Cai Changpan Napi yang Kabur dari Lapas Tangerang Bunuh Diri, Fadli Zon: Ajaib

“Rapat diikuti 104 anggota dewan, karena ada dua yang meninggal dunia. Kemudian ada dari seluruh SKPD,” kata pria yang akrab disapa Dame ini pada Rabu (21/10/2020).

Dame mengaku, tak bisa memastikan jumlah peserta yang datang.

Namun dia berdalih, jumlahnya sangat banyak sehingga DPRD memutuskan untuk menggelar rapat tersebut di luar kantor.

“Jumlah yang ikut banyak, nggak bisa dihitung. Pokoknya itulah (sekitar 800 orang) karena ada seluruh SKPD,” ujar Dame.

Menurutnya, agenda rapat kerja itu digelar selama dua hari dari Selasa (20/10/2020) sampai Rabu (21/10/2020). Untuk kegiatan pada Selasa (20/10/2020) legislatif dan eksekutif menggelar rapat Badan Anggaran (Banggar).

Kemudian pada Rabu (21/10/2020), pembahasan diteruskan dengan menggelar rapat di seluruh komisi dari A sampai E.

Kata dia, lokasi yang menjadi tempat rapat kerja APBD Perubahan 2020 adalah milik BUMD DKI, PT Jaktour.

Meski demikian, Sekretariat DPRD DKI tetap membayar uang sewa selama berkegiatan di sana. “Kami tetap sewa dan rapat digelar hari ini dan kemarin (Selasa, 20/10/2020),” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz memprediksi jumlah orang yang hadir dalam rapat itu mencapai 800 orang.

Baca juga: Antre Bantuan Presiden UMKM Rp 2,4 Juta, Lautan Manusia Tumpah di Gedung Cisadane Tangerang 

Baca juga: Sabung Ayam yang Viral di Media Sosial Gunakan Lahan Milik Warga Komplek DKI di Pondok Kelapa

Baca juga: Tak Kunjung Ungkap Kasus Pembunuhan Wanita di Pondok Aren, Polisi: Pelaku Lari Ke Hut

Soalnya bukan hanya dari Komisi B saja, tapi rapat juga digelar di Komisi A, C, D dan E hingga seluruh pimpinan SKPD.

“Ada sekitar 800-an orang yang hadir dari dewan. Jadi semua komisi melakukan pembahasan untuk APBD Perubahan 2020,” ujar Aziz dari Fraksi PKS ini. (faf)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved