Sabtu, 25 April 2026

Omnibus Law

Pemprov DKI dan PP Muhammadiyah Bantah Pemilik Ambulans yang Dikejar Polisi, Lalu Milik Siapa?.

Pemprov DKI dan PP Muhammadiyah membantah pemilik ambulans yang berjalan mundur saat ditangkap polisi.

Twitter
Tangkapan layar saat polisi mengejar dan menembaki mobil ambulans pada aksi 310 di Jakarta, Selasa (13/10/2020). Pemprov DKI dan Muhammadiyah bantah sebagai pemilik mobil. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Pemprov DKI dan PP Muhammadiyah membantah pemilik ambulans yang berjalan mundur saat ditangkap polisi.

Mobil ambulans tersebut kini sudah berada di Polda Matro Jaya. Polisi dipastikan sudah mengetahui pemiliknya.

Benarkan berisi logistik untuk mendukung demo antu UU Cipta Kerja? 

Seperti diketahui, sebuah video viral di media sosial yang menampilkan satu unit mobil ambulans dikejar dan ditembak aparat kepolisian.

Sebuah video viral di media sosial yang menampilkan satu unit mobil ambulans dikejar dan ditembak aparat Kepolisian. Lokasi penembakan ambulas tersebut diduga terjadi dk kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa (13/10/2020) saat berlangsung demo penolakan Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja.
Sebuah video viral di media sosial yang menampilkan satu unit mobil ambulans dikejar dan ditembak aparat Kepolisian. Lokasi penembakan ambulas tersebut diduga terjadi dk kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa (13/10/2020) saat berlangsung demo penolakan Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja. (Tangkapan layar akun Twitter @QaillaAsyiqah)

Lokasi penembakan ambulas tersebut diduga terjadi di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa (13/10/2020).

Saat itu, tengah berlangsung demo penolakan Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja.

Baca juga: Misteri Ambulans Berjalan Mundur Karena Dikejar Polisi, Benarkah Ambulans Pembawa Batu Atau Pendemo?

Baca juga: Hantam Hingga Tembakan Gas Air Mata, Berikut Alasan Polisi Serang Ambulans di Menteng

Akun Twitter @QaillaAsyiqah menjadi salah satu yang mengunggah video ambulans tersebut.

Dalam video berdurasi 21 detik, tampak sejumlah polisi mengejar ambulans yang bergerak mundur.

Ambulans tersebut tampak menghindari kejaran polisi.

"Jakarta hari ini.. PakPol," bunyi keterangan dalam unggahan tersebut

Dinas Kesehatan DKI Jakarta membantah ambulans tersebut merupakan milik pemerintah provinsi DKI Jakarta.

"Bukan ambulans milik Pemprov DKI," ujar Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes DKI Jakarta, Weningtyas melalui pesan singkat, Rabu (14/10/2020).

Baca juga: Hari Pertama PSBB Transisi Jakarta, Ada 985 Perjalanan KRL, Per Gerbong Hanya 40 Persen Penumpang

Bantahan serupa disampaikan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.

Hal itu ditehaskan Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Budi Setiawan saat dikonfirmasi, Rabu (14/10).

MDMC, kata Budi, tidak pernah menerjunkan ambulans saat unjuk rasa penolakan UU Ciptaker.

Menurut Budi, diluar soal ambulans, memang terdapat sejumlah anggota relawan MDMC yang mengalami kekerasan oleh aparat kepolisian saat berjaga di depan Gedung PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved