Demo UU Cipta Kerja

Memprihatinkan Lima Orang Anak SD Ditangkap Polisi saat Demo Penolakan UU Cipta Kerja

Fakta menarik kembali terungkap saat terjadi aksi demo besar-besaran menolak UU Cipta Kerja, Selasa (13/10/2020).

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Valentino Verry
Tribunnews.com
Beberapa anak di bawah umur ditemukan KPAI ikut demo UU Cipta Kerja, Selasa, 13 Oktober 2020 

Untuk di wilayah Tangerang, kata Yusri, sampai Selasa sore tercatat sudah 140 orang yang diamankan.

"Mereka rata-rata anak sekolah dan pengangguran. Kami masih tunggu data lengkap selanjutnya," katanya.

Demo ricuh tangerang
Demo ricuh tangerang (istimewa)

Selain itu, kata Yusri, ada 20 orang yang diamankan dan diperiksa terkait adanya seorang pemuda yang kedapatan membawa ketapel di dalam tasnya, saat hendak bergabung dengan massa aksi demonstrasi menolak UU Ciptaker di Istana Negara.

Ke-20 orang itu katanya, mengenakan atribut salah satu ormas Islam dan diduga akan membuat onar.

"Mereka berangkat dari Pandeglang, Banten dan ketangkap di Sawah Besar, lalu dibawa ke Monas serta sempat diinterograsi langsung oleh Kapolda dan Pangdam Jaya," kata Yusri.

Mereka katanya berencana menuju Istana Negara. Namun di kawasan Sawah besar, Jakarta Pusat, personel TNI-Polri menghalau serta memeriksa ke-20 orang tersebut.

"Dan didapati barang berbahaya selanjutnya ke-20 orang dibawa ke area Monas untuk dilakukan pemeriksaan secara lanjut, baik tujuan, serta koordinator dan penggerak mereka, “ katanya.

Sejumlah remaja diamankan Polisi usai aksi demo buruh di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Karawang membubarkan diri sore tadi. Kamis (7/10).
Sejumlah remaja diamankan Polisi usai aksi demo buruh di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Karawang membubarkan diri sore tadi. Kamis (7/10). (Wartakotalive.com/Joko Supriyanto)

Yusri mengatakan pihaknya masih mendalami dan memeriksa identitas serta status para pemuda tersebut.

"Identitas dan statusnya masih di dalami. Intinya yang bersangkutan menggunakan pakaian untuk demo, tapi di dalam tasnya kami dapati ada ketapel. Ini kan berarti niatnya sudah berbeda dan mau rusuh. Karenanya kami amankan dan masih didalami lagi," kata Yusri.

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved