Minggu, 12 April 2026

Destinasi Wisata

Labuan Bajo Dikembangkan Jadi Kawasan Wisata Kelas Dunia

Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan, pariwisata yang berkelanjutan dapat terwujud jika memberi dampak positif bagi masyarakat.

Penulis: Ign Agung Nugroho | Editor: Feryanto Hadi
Istimewa
Kawasan wisata Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pengembangan dan pembangunan kawasan wisata Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan sekitarnya, diharapkan dapat dilakukan dengan prinsip pariwisata berkelanjutan kelas dunia.

Menurut Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo, untuk mewujudkan semua itu, perlu adanya penekanan akan pentingnya Integrated Tourism Master Plan (ITMP).

"Pembangunan yang baik adalah pembangunan yang harus bisa mencocokkan keunikan yang dimiliki dan disesuaikan dengan kalkulasi potensi market yang tepat," kata Angela melalui siaran persnya, Selasa (13/10/2020).

Baca juga: Melacak Jejak Jenderal Besar MacArthur di Padaido Biak, Sisa Kapal Perang Jadi Objek Wisata Selam

Sebelumnya, saat menghadiri  Forum Floratama 2020: Rapat Koordinasi Pengembangan Pariwisata Wilayah Koordinatif Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo FLores (BOPLBF) yang berlangsung secara virtual, Angela menyarankan agar penyusunan kebijakan ITMP, didesain dengan teliti dan baik serta perlu mempertimbangkan potensi market yang ada, baik market domestik, internasional, terutama tren pariwisata ke depan pasca pandemi Covid -19.

"Sehingga pembangunan yang ada itu tepat sasaran dan terukur. Kita harus bisa mencocokkan antara supply dan demand dan perlu ada target yang jelas, target yang terukur, breakdown pekerjaan, timeline yang jelas, dalam pembentukan ITMP tersebut," kata Angela.

Baca juga: PSBB Transisi, Akses Transportasi Wisata Kepulauan Seribu Dibuka Kembali, Ini Penjelasan Dishub DKI

Selain itu, entitas penting yang harus dibangun adalah center of safety yang mampu mendukung kebutuhan masyarakat dan wisatawan dari segi keamanan, keselamatan, dan kesehatan.

"Labuan Bajo telah ditetapkan sebagai lokasi pilot project untuk pembangunan center of safety yang nantinya akan diterapkan di destinasi lain," ujar Angela.

Saat ini, kawasan strategis pariwisata nasional Taman Nasional Komodo dan Labuan Bajo, tengah terus berbenah dalam membangun destinasi dan kawasan wisata baru.

Baca juga: Ada Tempat Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 di TMII, Wisatawan Diminta Tidak Khawatir

Termasuk dalam menyiapkan NTT sebagai venue utama dan supporting venue perhelatan ASEAN Summit dan G20 tahun 2023.

"Saya yakin Nusa Tenggara Timur bisa menjadi destinasi impian kelas dunia yang aman dan nyaman untuk dikunjungi," ujar Angela.

Sementara Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan, pariwisata yang berkelanjutan dapat terwujud jika memberi dampak positif bagi masyarakat.

Baca juga: Strategi Pengelola Taman Wisata Limo Tetap Bertahan di Tengah Pademi

"Sehingga pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif di Labuan Bajo dan sekitarnya harus berbasis masyarakat," katanya.

Dan menurut Viktor, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah harus dapat mendefinisikan pariwisata kualitas premium yang memberikan dampak ke masyarakat.

"Premium itu artinya mendesain seluruh pembangunan, mulai dari kebijakan pemerintah untuk kepentingan community tourism yang berkelanjutan," ujar Viktor.

Baca juga: Rakornas Parekraf di Bali, Percepat pemulihan Kepariwisataan Nasional di Masa Pandemi Covid-19

Sedangkan menurut Direktur Utama BOPLBF, Shana Fatina, untuk membangun Labuan Bajo dan Flores sebagai destinasi pariwisata super premium harus melibatkan masyarakat sebagai tokoh utama pembangunan pariwisata yang berkelanjutan

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved