Breaking News:

Demo Buruh

Polisi Identifikasi Aksi Demo Buruh yang Menolak UU Cipta Kerja Disusupi Ribuan Penganguran

Aksi demo buruh yang menolak pengesahan UU Cipta Kerja dalam dua hari terakhir, ternyata disusupi oleh ribuan pengangguran dan pelajar.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Aksi demo buruh yang menolak pengesahan UU Cipta Kerja dalam dua hari terakhir, ternyata disusupi oleh ribuan pengangguran dan pelajar.

Demikian yang dikatakan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Jumat (9/10/2020).

Menurutnya, dalam dua hari demo pihaknya berhasil mengamankan 1.192 pemuda.

Semuanya kata Yusri, diamankan di Polda Metro Jaya dan seluruh polres jajaran.

Dari 1.192 pemuda yang diamankan itu, 34 orang diantaranya dibawa ke Wisma Atlet, Kemayoran, karena reaktif Covid-19, berdasar hasil rapid test.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus didampingi Wakil Dirreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Calvijn Simanjuntak menggelar jumpa pers pengungkapan kasus klinik aborsi ilegal, Rabu (23/9/2020).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus didampingi Wakil Dirreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Calvijn Simanjuntak menggelar jumpa pers pengungkapan kasus klinik aborsi ilegal, Rabu (23/9/2020). (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

"Sampai dengan detik ini ada 1.192 pemuda yang kita amankan. Sebelum rusuh itu, memang kita lakukan razia, dan sebagian kita amankan,” ujarnya.

“Sebab dari pengalaman sebelumnya, dalam demo yang berakhir kerusuhan, ada indikasi ditunggangi oleh orang yang memang kelompok anarko," imbuh Yusri di Mapolda Metro Jaya.

Kelompok anarko ini katanya memang selalu bertujuan membuat keributan. 

"Pada Rabu kita amankan 250 orang, dan pada Kamisnya sekitar 900 orang. Jadi totalnya 1.192 orang," kata Yusri.

Yusri memastikan pemuda yang diamankan ini bukan massa buruh. "Sebagian besar adalah pelajar dan pengangguran," katanya.

Mereka kata Yusri, berasal dari Jakarta dan sekitarnya, namun ada yang berasal dari Purwakarta, Karawang, Bogor, Banten.

Jalan Kebon Sirih yang dipadati pendemo buruh pada Rabu (12/10/2016) pukul 14.01 WIB.
Jalan Kebon Sirih yang dipadati pendemo buruh pada Rabu (12/10/2016) pukul 14.01 WIB. (Alija Berlian Fani)

"Mereka datang ke Jakarta tujuannya untuk melakukan kerusuhan," kata Yusri.

Menurut Yusri, mereka bukan kelompok buruh, namun didominasi pelajar SMK.

"Dan mereka tidak tahu apa-apa tentang UU Ciptaker. Yang mereka tahu ada undangan untuk datang dan disiapkan tiket kereta api, atau disiapkan truk, atau disiapkan bus," tuturnya.

"Kemudian nantinya akan ada uang makan untuk mereka semua. Ini yang dia tahu dan kita dalami semuanya, termasuk yang menyuruh mereka," tandas Yusri.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved