Breaking News:

Omnibus Law Cipta Kerja

Berniat Ikut Demo, Puluhan Pelajar dari Karawang Diamankan Polisi di Pasar Ular Koja

Selanjutnya belasan pelajar tersebut dibawa ke Polsek Koja untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kericuhan.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Puluhan pelajar dari Karawang, Jawa Barat diamankan aparat kepolisian di sekitar Pasar Ular, Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara, Kamis (8/10/2020) karena hendak mengikuti aksi demo. 

WARTAKOTALIVE.COM, KOJA--Puluhan pelajar dari Karawang, Jawa Barat diamankan aparat kepolisian di sekitar Pasar Ular, Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara, Kamis (8/10/2020) karena hendak mengikuti aksi demo.

Kanit Reskrim Polsek Koja, Iptu Wahyudi mengatakan pihaknya mengamankan belasan pelajar yang berasal dari Karawang, Jawa Barat dan diduga akan mengikuti aksi demo.

“Yang pertama (16 pelajar) SMA dari Karawang, Jawa Barat,” ujar Wahyudi, Kamis (8/10/2020).

Massa Berpakaian Hitam Bikin Rusuh Demo di Jakarta, Bandung, Palembang dan Denpasar, Siapa Mereka?

Mengharukan, Momentum ketika Seorang Anggota Brimob Iba dengan Anak STM dan Para Demonstran

Selanjutnya belasan pelajar tersebut dibawa ke Polsek Koja untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kericuhan.

Mereka juga diberikan hukuman menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Ingin Jemput Anaknya yang Diamankan Polisi karena Ikut Demo, Emak-emak Bersitegang dengan Petugas

“Yang 16 orang itu sudah kita suruh bersiap, hormat bendera, nyanyikan lagu Indonesia Raya. Itu yang tadi pagi,” ungkap Wahyudi.

Selain itu pihaknya juga mengamankan sekitar 42 pelajar berasal dari Bekasi, Jawa Barat dengan alasan serupa dimana mereka hendak mengikuti aksi demo di Istana Merdeka, Jakarta Pusat.

Dari 1000 Pemuda yang Diamankan pada Aksi Tolak Omnibus Law, 34 Orang Diantaranya Reaktif Covid-19

“Kalau yang ini (42 pelajar) baru ngarah ke kantor (Polsek Koja),” sambungnya.

Selanjutnya puluhan pelajar tersebut akan didata untuk kemudian dipanggil pihak sekolah maupun orangtuanya masing-masing dan membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatan serupa.

“Kita kembalikan ke sekolah dan orangtuanya setelah membuat surat pernyataan. Setelah surat pernyataan dibuat, nanti diketahui orangtuanya, tanda tangan ke gurunya,” katanya.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved