Hari Batik Nasional
Hari Batik Nasional, Adaptasi Cerdik Para Perancang Batik dalam Kondisi 'Mencekik'
Para perancang yang memproduksi busana-busana dari batik mau tidak mau harus cerdik dalam beradaptasi di tengah pandemi Covid-19 yang mencekik.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Hari Batik Nasional yang jatuh pada hari Jumat (2/10/2020) diwarnai dengan berbagai kegiatan yang bersentuhan dengan batik.
Para perancang yang memproduksi busana-busana dari batik mau tidak mau harus cerdik dalam beradaptasi di tengah pandemi Covid-19 yang mencekik.
Sama seperti pelaku fesyen lainnya di Tanah Air, perancang yang fokus utamanya batik menghadapi tantangan di mana pameran dan peragaan busana tidak bisa digelar. Semuanya harus serba virtual.
Video: Komunitas Batik Makarya, Gelar Membatik Bersama di Larangan Tangerang
Pada awal pandemi, perancang di Tanah Air berinovasi dengan membuat produk yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat: masker kain.
Perancang asal Yogyakarta Iffah M Dewi, pemilik jenama Sogan Batik, sigap menghadapi awal pandemi dengan memproduksi masker tiga lapis yang awalnya dibuat untuk dibagikan secara cuma-cuma.
• Akhirnya Pemprov DKI Perbolehkan Warganya Isolasi Mandiri di Rumah, Perhatikan 16 Syaratnya
• KABAR Gembira, Subsidi Gaji Gelombang 2 Akan Disalurkan Akhir Oktober 2020
Sebanyak 1000 buah masker dibuat untuk diberikan gratis, 1000 masker lainnya dijual.
"Ternyata malah dapat 30.000 pieces pesanan," ujar Iffah kepada ANTARA, Kamis (1/10/2020).
Iffah menyadari aktivitas masyarakat yang kini berpusat dari rumah akibat pembatasan sosial demi menekan infeksi virus corona membuat kebutuhan busana sehari-hari yang nyaman meningkat.
Dia pun mulai membuat rancangan busana berbahan nyaman untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
• Promosikan Batik Bekasi, Pemkab Bekasi Selenggarakan Festival Batik Bekasi 2020
Rayakan Hari Batik Nasional, Google padukan batik dan digitalisasi
Google Arts & Culture bersama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, Museum Tekstil Jakarta dan Yayasan Batik Indonesia (YBI) mengumumkan tambahan fitur terbaru untuk halaman Batik di Google Arts & Culture, untuk merayakan Hari Batik Nasional yang jatuh pada Jumat (2/10).
"Inisiatif ini merayakan batik, kain kebanggaan Indonesia, dengan membagikannya kepada lebih banyak audiens, memudahkan pembelajaran dan membantu industri lokal untuk berkembang," kata Amit Sood, Direktur Cultural Institute and Art Project di Google, dalam siaran virtual, Kamis (1/10/2020).
"Dengan melakukannya, kami juga ingin menunjukkan rasa hormat kepada keterampilan seni, kreativitas, dan ketangguhan orang-orang Indonesia, khususnya para seniman yang melestarikan kerajinan ini," ujarnya melanjutkan.
• Pegadaian Jadikan Batik Pacitan dan Anyaman Karya UKM Solusi di Tengah Pandemi
Halaman Batik di Google Arts & Culture saat ini berisi lebih dari 1.100 tekstil Indonesia dalam resolusi ultra-tinggi yang ditangkap dengan Art Camera.
Koleksinya meliputi 900 batik (45 pola batik baru), 200 tradisi tekstil Indonesia lainnya (seperti ikat, ulos, dan songket).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ucapan-selamat-hari-batik-nasional-2020111.jpg)