Breaking News:

Satpol PP DKI tidak akan Menindak Pengguna Masker Scuba dan Buff

“Kami tidak melarang orang menggunakan masker scuba yah, sepanjang dia masih menutup hidung dan mulutnya itu sudah cukup buat kami."

Editor: Mohamad Yusuf
Warta Kota/Hironimus Rama
(Ilustrasi) Petugas mencegat para pengguna kereta api komuter yang tidak menggunakan masker standar di Stasiun Bojonggede pada Selasa (22/9/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Satpol PP DKI Jakarta menyatakan, sampai saat ini tidak menindak masyarakat yang memakai masker jenis scuba atau buff.

Padahal di sejumlah transportasi umum seperti kereta rel listrik (KRL) Commuter Line dan MRT Jakarta, pengelola melarang masyarakat memakai masker tersebut, kecuali dua-tiga lapis.

“Kami tidak melarang orang menggunakan masker scuba yah, sepanjang dia masih menutup hidung dan mulutnya itu sudah cukup buat kami bahwa yang bersangkutan punya niat dan itikad baik dalam menutup (hidung dan mulut) dengan menggunakan masker,” kata Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin pada Kamis (1/10/2020).

“Jadi kami belum melarang orang menggunakan masker apa (scuba) jenis apa (buff), itu nggak. Kami nggak atur itu,” tambahnya.

 Punya Hobi Bercocok Tanam saat Pandemi? Pemprov DKI Bagikan Bibit Gratis, ini Cara Dapatkannya

 Kisah Pelarian Novi Selama 7 Tahun Setelah Merampok Emas Rp 9 miliar, kini Mendekam di Penjara

Sejauh ini, kata dia, belum ada instruksi dari Gugus Tugas Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 maupun Satuan Tugas Penanganan Covid-19 terkait larangan penggunaan masker scuba atau buff.

Namun seingat dia, baru angkutan umum jenis KRL Commuter Line yang menerapkan larangan penggunaan masker tersebut.

“Jadi saya tidak pernah melarang untuk orang menggunakan jenis masker apapun. Sepanjang dia berupaya menutupi wajahnya dalam hal ini masker, jenisnya apapun, kami masih menghargai yang bersangkutan mau memberikan perlindungan untuk dirinya dan orang lain,” ungkapnya.

“Terkait dengan jenisnya semua tergantung kemampuan masing-masing. Kalau dia punya (duit) lebih, dia bisa beli yang lebih baik. Utamanya dia harus menutupi wajah dengan masker,“ lanjutnya.

Berdasarkan data yang dia punya, jumlah pelanggar yang tak bermasker atau tidak memakai masker dengan benar sampai Rabu (30/9/2020) mencapai 26.660 orang.

Rinciannya, yang menjalani kerja sosial mencapai 24.886 orang, sedangkan membayar denda Rp 250.000 mencapai 1.774 orang.

 Siap-siap, Pemkot Bekasi Sedang Siapkan Sanksi Denda Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

 Anies Pinjam Uang dari Pemerintah Pusat Sebesar Rp12,5 Triliun, untuk Kerjakan Proyek ini

Sedangkan tempat usaha yang ditutup sementara karena melanggar PSBB jilid II mencapai 399 tempat usaha. Penindakan itu dilakukan petugas selama PSBB jilid II dari Senin (14/9/2020) sampai Rabu (30/9/2020).

Penindakan ini mengacu pada Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 79 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakkan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Untuk keseluruhan dendanya selama PSBB jilid II mencapai Rp 326 juta. Untuk denda progresif dari pelanggaran bermasker itu tidak ada, kecuali tempat usaha baru satu tempat,” jelasnya. (faf)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved