Senin, 11 Mei 2026

Ibu Kota Baru Punya Lima Gedung dengan Konsep Green Building

Jakarta berkomitmen akan menurunkan konsumsi energi, konsumsi air dan penurunan emisi gas rumah kaca masing-masing sebesar 30 persen.

Tayang:
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Agus Himawan
Istimewa
Para penerima penghargaan Green Building berfoto bersama. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Tidak sedikit gedung pencakar langit berdiri di Ibu Kota. Namun demikian, baru lima gedung yang menerapkan konsep bangunan gedung hijau atau green building. Kelima gedung itu adalah Menara BCA, Sampoerna Strategic Square, Sequis Life, Pasicif Place, dan Gedung Waskita.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih mengatakan, Data seluruh gedung itu diperoleh dari Green Building Council Indonesia (GBCI) yang telah melakukan sertifikasi bangunan hijau, dengan hasil perhitungan capaian reduksi emisi GRK sebesar 13.789 ton CO2e.

Kata dia, konsep green building merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengurangi emisi gas rumah kacah (GRK) yang berdampak pada lingkungan.

Selama Penerapan PSBB, 167 Orang yang Melanggar PSBB Setor Denda Rp 22,7 Juta

Wali Kota Ajak Karyawan Mal di Kota Tangerang Jangan Segan Tegur Pengunjung Jika Tidak Pakai Masker

Untuk konsep ini, biasanya memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan dan sumber daya yang efisien sejak perencanaan, pelaksanaan konstruksi, pemanfaatan, pemeliharaan, sampai dekonstruksi.

“Konsep tersebut berdasarkan Pergub Nomor 38 Tahun 2012 tentang Bangunan Gedung Hijau,” kata Andono berdasarkan keterangan resmi, Senin (21/9/2020).

Menurutnya, prinsip reduksi emisi pada bangunan hijau adalah terjadinya penurunan konsumsi energi tanpa menurunkan kemampuan fungsional bangunan. Data aktivitas emisi GRK bangunan gedung hijau, dihitung dari konsumsi listrik dan lama penggunaan listrik.

“Kami mendorong kolaborasi aksi penurunan emisi GRK melalui implementasi konsep bangunan gedung hijau dengan melaporkan konsumsi energi, air dan pelaksanaan program konservasi energi secara berkala,” ujar Andono.

Tyrone Mings Bek Andalan Aston Villa Perpanjang Kontrak, Betrand Traore Gabung Ke Villans

Kisah 4 Anggota Keluarga Wali Kota Jambi Positif Corona, Sang Buah Hati Tak Terselamatkan

Dia menjelaskan, persyaratan teknis bangunan gedung hijau mencakup efisiensi energi dan air, kualitas udara dalam ruang, pengelolaan lahan dan limbah, serta efisiensi dalam pelaksanaan kegiatan konstruksinya.
Grand design

“Persentase capaian reduksi aksi mitigasi green building pada tahun 2020 baru sebesar 0,93 persen dari target penurunan emisi GRK berdasarkan Pergub Nomor 131 Tahun 2012, yaitu dari gedung non-Pemprov pada tahun 2020 sebesar 1,5 juta ton CO2e dan tahun 2030 sebesar 5,5 juta ton CO2e,” jelasnya.

“Target dari gedung Pemprov sendiri pada tahun 2020 sebesar 49,4 ribu ton CO2e dan tahun 2030 sebesar 129,5 ribu ton CO2e,” tambahnya.

Andono mengatakan, konsep green building DKI Jakarta telah dituangkan dalam Grand Desain Green Building yang diinisiasi sejak tahun 2016. Berdasarkan Grand Design Green Building pada tahun 2030, Jakarta berkomitmen akan menurunkan konsumsi energi, konsumsi air dan penurunan emisi gas rumah kaca masing-masing sebesar 30 persen.

Kejakgung Periksa Tiga Pejabat Garuda Terkait Perjalanan Jaksa Pinangki ke Malaysia

Lantik Pejabat Pembuat Akta Tanah Sementara, Ini Pesan Kepala BPN Bogor

Konsep Green Building juga dapat mencegah dampak negatif dan meningkatkan kesehatan lingkungan sekitar yang dapat diterapkan pada pemukiman atau hunian warga, yang merupakan wujud kepedulian terhadap lingkungan. Sebab target green building melalui penghematan energi listrik sebesar 3.785 GWh.

Artinya energi ini dapat digunakan untuk menerangi lebih dari 32 ribu unit rumah/rusun dengan daya 1.300 W sampai dengan 2030. Selain itu, penghematan konsumsi air sebesar 2,4 miliar liter setara dengan konsumsi air untuk lebih dari 1.100 unit rumah/rusun sampai dengan 2030.

“Dengan penghematan konsumsi listrik dan air tersebut, dapat dilakukan pengurangan emisi GRK sebesar 3,37 juta ton CO2e yang setara dengan pengurangan emisi oleh 815 ribu batang pohon yang ditanam sampai dengan 2030,” ungkapnya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved