Virus Corona Jabodetabek
Hindari Penularan Virus Corona, DPRD DKI Diminta Hentikan Kunjungan Kerja hingga Akhir 2020
DPD Partai Hanura DKI Jakarta meminta pimpinan DPRD DKI Jakarta membatalkan kunjungan kerja (kunker) selama pandemi virus corona hingga akhir 2020.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - DPD Partai Hanura DKI Jakarta meminta pimpinan DPRD DKI Jakarta membatalkan kunjungan kerja (kunker) selama pandemi virus corona hingga akhir 2020.
Usulan itu diajukan karena di Ibu Kota kasus virus corona terus naik, ditambah anggota legislator DKI Jakarta juga terpapar virus tersebut.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura DKI Jakarta Mohamad Ongen Sangaji mengatakan, pembatalan kunker dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Terutama penyebaran di kalangan anggota dewan maupun orang lain saat melakukan kunjungan kerja.
“Meski jadwal kunker sudah ditetapkan dalam rapat Badan Musyarawah (Bamus) DPRD DKI, tapi masih sangat bisa dibatalkan hingga akhir tahun ini,” kata Ongen seperti dilansir dari keterangan pers, Senin (14/9/2020).
• Fraksi PDIP DPRD DKI Curiga Ada Motif Politik Dibalik Penerapan Kembali PSBB
• Fraksi PKS DPRD DKI Klaim Sudah Ingatkan Anies Baswedan Tarik Rem Darurat sejak 2 Bulan Lalu
Ongen mengatakan, 106 anggota dewan harusnya bekerja sama dengan masyarakat untuk menghindari penularan virus.
Salah satu caranya meniadakan kunker ke daerah, untuk kebaikan bersama agar virus tidak menyebar.
Jika anggota dewan itu ngotot melakukan kunjungan kerja, kata Ongen, mereka dianggap tidak punya hati nurani,
"Warga Jakarta dilarang keluar, tetapi dewannya asyik kunker menggunakan APBD (anggaran pendapatan dan belanja daerah),” ujarnya.
Sebagai wakil rakyat di parlemen Kebon Sirih, legislator memiliki tanggung jawab terhadap warga Ibu Kota.
• Ketua DPRD DKI Minta Anies Baswedan Langsung Tindak Tegas Pelanggar PSBB, Tak Perlu Sosialisasi Lagi
• Empat Fraksi Tolak Raperda P2APBD Anies, Pimpinan DPRD DKI : Nggak Ada Hak Menolak
Oleh karena itu, persoalan Covid-19 sepenuhnya jangan dilimpahkan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan atau jajaran eksekutif saja.
Di sisi lain, Jakarta tengah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
"Hentikan kunkerlah, dan saya rasa pimpinan DPRD DKI miliki nurani agar batalkan sementara kunker sampai akhir 2020," ujarnya.
Ongen mengatakan, total pasienvirus corona atau Covid-19 di Jakarta secara keseluruhan mencapai 53.761 orang sampai 13 September 2020.
• Fraksi PAN DPRD DKI Soroti Distribusi Air Bersih ke Warga Jakarta Belum Merata
• Hasil Reses Tidak Ditindaklanjuti Pemprov DKI, Anggota DPRD DKI ‘Ngambek’
Dari angka itu, 12.174 pasien positif masih dirawat atau isolasi, 1.404 meninggal, dan 40.183 orang dinyatakan sembuh.
Angka itu akan terus bertambah, bahkan diprediksi meningkat tajam jika masyarakat tidak mematuhi ketentuan pemerintah untuk kurangi aktivitas di luar rumah.
"Lebih baik, anggaran kunker dire-alokasi untuk penanganan Covid-19 di Jakarta daripada untuk kunker hanya bebani keuangan Pemprov DKI, dan mubazir juga," ucap Ongen.