Selasa, 12 Mei 2026

Kesehatan

Cara Meningkatkan Imunitas Anak Kelahiran Caesar Tetap Optimal

Sejak masih hamil, seorang ibu bisa memilih akan melahirkan normal (lewat vagina) atau operasi caesar.

Tayang:
Penulis: LilisSetyaningsih |
Gold.ac.uk
Ilustrasi tangan bayi 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sejak masih hamil, seorang ibu bisa memilih akan melahirkan normal (lewat vagina) atau operasi caesar.

Operasi caesar bisa dilakukan atas dasar indikasi medis atau preferensi orang tua, terutama ibu.

Menurut data Riskesdas 2018, prevalensi tindakan persalinan caesar di Indonesia di angka 17,6 persen.

Angka itu diatas yang disarankan Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang menyebut angka persalinan caesar 10-15 persen dari total kelahiran.

Tidak hanya di Indonesia, di beberapa negara bahkan angkanya mencapai lebih dari 30 persen.

Padahal, dari berbagai penelitian menunjukan, anak lahir caesar berkaitan dengan risiko penyakit jangka panjang seperti asma, alergi makanan, obesitas, dan Diabetes Melitus.

Namun, apa pun tindakan persalinannya, imunitas anak harus dijaga karena secara umum, proses persalinan caesar dapat memengaruhi imunitas anak.

Melahirkan Anak Pertama Melalui Persalinan Caesar, Mengapa Citra Kirana Nervous hingga Ketakutan?

Perdebatan apakah akan lahir normal atau operasi caesar, namun terpenting prosedur yang dapat menyelamatkan ibu dan anak.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Konsultan Fetomaternal DR dr Ali Sungkar, SpOG(K) menyatakan bahwa setiap ibu memiliki kondisi berbeda.

Ali Sungkar mengatakannya saat seminar Digital “Optimalkan Imunitas Anak Kelahiran Caesar dengan Mikrobiota Sehat”  diselenggarakan oleh Nutriclub,

“Dalam banyak kasus, operasi caesar adalah prosedur yang menyelamatkan jiwa dan bisa jadi pilihan tepat untuk seorang ibu dan anaknya," kata Ali Sungkar.

Faktor medis seperti paritas, panggul sempit, ketuban pecah dini, pre-eklamsia, janin terlalu besar, kelainan letak janin, dan janin kembar.

Selain itu, faktor non medis seperti kondisi psikis ibu bisa meningkatkan risiko melahirkan secara caesar.

"Keputusan tindakan persalinan caesar harus melalui prosedur medis, mulai dari informed consent dan pemberian edukasi mengenai manfaat dan risiko operasi caesar," katanya lagi.

Terungkap, Anak Lahir Lewat Operasi Caesar Berisiko Lebih Tinggi Kena Alergi

Menurut dia,  metode caesar pada persalinan dapat menimbulkan konsekuensi kesehatan jangka pendek maupun jangka panjang.

Penyanyi Cynthia Lamusu menceritakan pengalaman mempersiapkan proses kelahiran caesar anak kembarnya.

Menurutnya, dia pernah punya keinginan melahirkan secara normal, namun banyak indikasi medis yang membuat prosedur operasi caesar harus dilakukan.

"Kehamilan Tatjana dan Bima merupakan kelahiran berisiko mengingat kami menggunakan metode bayi tabung (IVF), kehamilan di usia 37 tahun dan janin kembar," kata Cynthia Lamusu.

"Kondisi ini menjadi faktor risiko yang mengharuskan saya melahirkan secara caesar. Namun, hal itu tidak menyurutkan semangat kami menyambut kelahiran si kembar," katanya.

Untuk menurunkan risiko jangka panjang kelahiran caesar, dia meningkatkan intensitas cek ke dokter agar kesehatan ibu dan anak terus terpantau.

Istri aktor Surya Saputra itu juga mempelajari berbagai hal tentang persalinan caesar termasuk risiko imunitas lemah dan potensi alergi lebih tinggi pada anak.

Cara-cara Bantu Ibu Cepat Pulih Usai Melahirkan Pascaoperasi Secara Caesar

Dukungan baik dari pihak rumah sakit, suami, dan orang-orang terdekat membuatnya kuat dan mampu menghadapi tantangan dalam proses persalinannya.

Anjuran dokter untuk melakukan tes potensi caesar merupakan pengetahuan dan pengalaman sangat bermanfaat bagi hidupnya.

“Saya bersyukur diberkahi support system yang kuat dalam setiap proses dari kehamilan, melahirkan hingga merawat si kembar,” tutur Cynthia.

Menurutnya, apapun prosedur yang dilakukan, tujuannya agar ibu dan bayinya selamat.

Mikrobiota

Orang tua yang memiliki potensi kelahiran caesar biasanya sudah mempersiapkan berbagai hal untuk kesehatan ibu dan anak.

Namun, ada satu hal yang perlu diketahui lebih banyak orangtua bahwa metode kelahiran caesar dapat memengaruhi sistem imun anak.

Alasannya, jalur lahir dapat memengaruhi kolonisasi bakteri dan mikrobiota saluran cerna yang penting untuk perkembangan imunitas anak.

Ali Sungkar menjelaskan, metode persalinan dapat menentukan jenis mikrobiota yang nantinya akan menghuni usus anak.

Atur Jarak Aman Kehamilan Setelah Persalinan Caesar Demi Kesehatan Kandungan

Anak lahir secara pervaginam (normal) akan dikolonisasi oleh bakteri vagina dan feses Ibu, termasuk Lactobacillus dan Bifidobacterium.

Sedangkan anak lahir caesar, proses kolonisasi mikrobiotanya terpengaruh faktor eksternal sehingga terjadi ketidakseimbangan mikrobiota usus.

Kolonisasi mikrobiota usus merupakan hal yang krusial dalam menjaga kesehatan bayi.

Paparan pertama dengan komunitas mikrobiota maternal (vagina, feses, ASI, mulut dan kulit) akan menentukan kematangan usus.

Selain itu, perkembangan metabolik dan imunologi serta konsekuensi status kesehatan jangka pendek dan jangka panjang.

Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastro Hepatologi Prof Dr Moh Juffrie, SpA(K) PhD menjelaskan, kelahiran merupakan titik menentukan sistem kekebalan tubuh untuk kehidupan masa depan.

Mikrobiota saluran cerna mengandung jutaan mikroba yang dianggap penting untuk mengembangkan sistem imunitas tubuh.

Sementara itu, persalinan caesar terjadi ketidakseimbangan mikrobiota dalam sistem gastrointestinal yang memicu risiko gangguan imunitas, termasuk alergi terhadap makanan.

Penelitian menunjukkan anak lahir caesar butuh waktu enam bulan untuk mencapai mikrobiota usus yang serupa dengan anak lahir normal.

Anak lahir caesar memiliki risiko lebih tinggi terhadap berbagai gangguan sistem imunitas.

“Awal kehidupan hingga usia 3 tahun merupakan jangka waktu penting pada anak untuk mengembalikan profil mikrobiota menjadi seimbang," katanya.

Pemberian ASI

Pemberian ASI eksklusif adalah cara terbaik untuk mendukung perkembangan mikrobiota sehat, untuk memperkuat sistem imunitas.

Alasannya,  dalam ASI terdapat berbagai macam nutrisi untuk mengembalikan keseimbangan mikrobiota sehat seperti probiotik dan prebiotik .

Pemberian ASI eksklusif adalah pemberian selama 4-6 bulan pertama hanya ASI kepada bayi.

Menurut Prof Juffrie, ASI mengandung lebih dari 200 spesies mikroorganisme yang dikenal sebagai probiotik dan human milk oligosaccharides atau yang dikenal sebagai prebiotik.

Kombinasi probiotik dan prebiotik bekerja sinergis dan memberikan efek, dikenal juga dengan Sinbiotik.

Keduanya dapat membantu mempercepat kolonisasi bakteri baik dan meningkatkan jumlah bakteri baik seperti Bifidobacterium pada Si Kecil yang lahir caesar.

Hal itu dapat membantu meningkatkan sistem imun selama dua tahun pertama kehidupan serta menurunkan risiko anak mengidap penyakit alergi.

Sebanyak 70-80 persen sistem imun manusia berada di saluran cerna dan mikrobiota saluran cerna mendukung perkembangan dan fungsi sistem imun.

5 penyebab seksio sesarea(operasi caesar)
1. Seksio berdasarkan permintaan
2. Seksio sesarea berulang
3. Distosia (persalinan tidak maju)
4. Presentasi fetus abnormal: bokong lintang, presentasi tali pusat
5. Gawat janin

Indikasi operasi caesar:
1. Persalinan tidak maju
2. Bayi mengalami distress
3. Posisi/presentasi yang tidak sesuai
4. Kembar/triplet.
5. Kelainan letak plasenta
6. Prolaps tali pusat
7. Masalah kesehatan
8. Hambatan jalan lahir
9. Riwayat operasi caesar sebelumnya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved