Breaking News:

Polisi Tangkap Produsen Narkoba Likuid yang Bahan Bakunya Dipasok dari Belanda dan Tiongkok

Seorang pria ditangkap Polres Metro Jakarta Pusat karena ketahuan membawa cairan narkoba.

Wartakotalive.com/Andika Panduwinata
Satuan Reserse Narkoba Polresta Tangerang Polda Banten meringkus 13 tersangka penjual obat-obat daftar G atau obat keras tanpa izin edar, Rabu (2/9/2020). Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menjelaskan mereka ditangkap di beberapa tempat, antara lain di Kecamatan Panongan, Kecamatan Tigaraksa, Kecamatan Cisoka, Kecamatan Jayanti, dan Kecamatan Balaraja. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Seorang pria ditangkap Polres Metro Jakarta Pusat karena ketahuan membawa cairan narkoba.

Cairan narkoba dan narkoba berbentuk serbuk itu didapat pelaku dari Tiongkok dan Belanda.

Kasat Reserse Narkoba AKBP Afandi Eka Putra mengatakan awalnya pihaknya menerima laporan masyarakat terkait adanya peredaran narkoba.

Polisi Tangkap Penabuh Drum dan Disc Jockey Berinisial JH Karena Kasus Narkoba, Siapa Dia?

Pria berinisial F alias A itu disebut menerima paket mencurigakan di Kantor Pos Jati Asih, Bekasi.

Berangkat dari hal itu jajaran Satnarkoba mengintai F. Pada Rabu (1/7/2020) di Kantor Pos Jati Asih, Bekasi polisi melihat transaksi mencurigakan.

"Disitu kami segera melakukan penangkapan terhadap F," ujar Afandi dikonfirmasi Kamis (3/9/2020).

Dalam penangkapan itu polisi menggeledah bungkusan bening bertuliskan Pos Indonesia.

Pegawai Garuda Terbukti Tersandung Narkoba Langsung Dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja

Di dalam bungkus itu terdapat sebuah kotak kardus Speed Post EMS Hongkong Post.

Dalam kardus itu ditemukan satu klip kecil serbuk warna coklat muda dengan berat 156 gram dan satu klip besar serbuk berwarna kuning berisi 157 gram.

Selain itu dari tas selempang pelaku polisi berhasil sita satu botol kaca berisi cairan 5 ml yang diduga narkoba likuid.

BNN Terus Kembangkan Kasus Narkoba Cair di Diskotek MG

Polisi pun menggeledah kontrakan tersangka dan menemukan 104 botol berisi cairan 5 ml yang diduga merupakan narkoba likuid.

Dalam penyelidikan polisi, tersangka merupakan penjual narkoba jenis liquid. Bahan mentah pembuatan narkoba liquid didapatnya dari Tiongkok dan Belanda.

"Tersangka order bahan serbuk dari Tiongkok dan Belanda kemudian diolah menjadi narkoba liquid dan tembakau sintetis," jelasnya.

Tersangka menjual narkobanya lewat aplikasi Line dengan harga Rp 350.000 sampai Rp 400.000.

Penulis: Desy Selviany
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved