Virus Corona
Dinas Kesehatan DKI dan Labkesda DKI Gandeng Ai Labs untuk Hadirkan Mobil Laboratorium
Mobile Lab ini nanti siap untuk melakukan pemeriksaan PCR. Kapasitas tes maksimal per hari 300 sampel.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Agus Himawan
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi DKI Jakarta berkolaborasi dengan Human Initiative dan Agile innovation (Ai) Labs menghadirkan mobil laboratorium atau Mobile Lab. Kolaborasi ini mendapat dukungan pendanaan dari Nama Foundation.
Kepala Laboratorium Kesehatan Daerah DKI Jakarta, Endra Muryanto mengatakan, inovasi mobil laboratorium tersebut dihadirkan untuk membantu mempercepat penanganan pemeriksaan Covid-19 menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di Ibu Kota.
• Pemprov DKI Jakarta Rekrut 1.800 Tenaga Kesehatan Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19
• Siti Badriah Klarifikasi Fotonya di Bathtub yang Dianggap Terlalu Sensual
“Mobile Lab ini nanti siap untuk melakukan pemeriksaan PCR. Kapasitas tes maksimal per hari 300 sampel. Sampelnya nanti begitu di-swab kemudian dilakukan pemeriksaan di dalam laboratorium,” kata Endra berdasarkan keterangan dari PPID DKI Jakarta pada Selasa (1/8/2020).
“Kemudian di Mobile Lab ini akan ada proses mix PCR, dan ekstraksi sampel yang di ruangannya pun sudah negative pressure,” tambahnya.
Lebih lanjut, Endra menjelaskan, terdapat tiga buah Mobile Lab yang akan selesai dan siap beroperasi pada minggu ke-4 akhir bulan September 2020. Endra berharap, hadirnya mobil laboratorium tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan tes Covid-19 di DKI Jakarta.
• Permudah Siswa Jalani Sekolah Online, Polda Metro Bagikan 1.500 Modem
• Nagaswara dan Bigo Live Siap Gelar Konser Live Symphony On The Go
Adapun lokasi, jadwal keliling mobil, serta persyaratan bagi warga yang akan melakukan pemeriksaan di Mobile Lab tersebut akan diinformasikan. Terutama ketika mobil tersebut telah memenuhi syarat uji laboratorium.
Senior General Manager Project Manajemen Human Initiative, Ferry Suranto, menambahkan, kesiapan Mobile Lab tersebut telah mencapai tahap 80 persen. Semua peralatan laboratorium telah disesuaikan dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditentukan dan membantu menghadirkan laboratorium pendamping di DKI Jakarta.
• LPSK Bakal Serahkan Rekaman saat Malam Pembakaran Mapolsek Ciracas
• Pemuda Ini Bertahan di Dalam Mobil Dari Sabetan Parang, Saat Peristiwa Penyerangan di Ciracas
“Mobile Lab ini nanti fungsinya seperti laboratorium keliling, untuk menjangkau tempat-tempat yang ditemukan kasus lebih banyak, sehingga dapat mendukung dari laboratorium yang sudah ada,” katanya. “Jadi ketika ditemukan kasus dan memang penyebaran orangnya ada disana, kita akan datangi wilayah-wilayah yang berpotensi kasus baru tersebut,” tambahnya.
Dinas Kesehatan DKI Jakarta memaparkan, kasus harian Covid-19 di Jakarta pada Selasa (1/9) bertambah 941 orang. Angka itu lebih rendah dibanding dua hari berturut-turut yang menembus 1.000 orang lebih.
“Penambahan kasus hari ini totalnya 941 kasus, karena sebanyak 119 kasus adalah akumulasi data dari hari sebelumnya yang baru dilaporkan,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia pada Selasa (1/9/2020).
• VIDEO: Ribuan Warga Beratribut Ormas Berdemo di Pasar Induk Kramat Jati Tuntut Pengelolaan Parkir
• Tak Pakai Masker Empat Remaja Kabur Saat Razia Masker di Jakarta Pusat, Tabrak Petugas Satpol PP
Dwi mengatakan, pemerintah telah melakukan pengetesan PCR sebanyak 7.931 spesimen pada Selasa (1/9/2020). Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 6.114 orang dites PCR untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 822 positif dan 5.292 negatif.
“Untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 58.583 orang. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 60.719,” ujar Dwi. Menurutnya, total kasus Covid-19 sampai Selasa (1/9/2020) mencapai 41.250 orang.
Sementara jumlah kasus Covid-19 yang masih aktif di Jakarta mencapai 8.764 orang. Mereka ada yang dirawat di rumah sakit rujukan, dan ada juga yang menjalani isolasi mandiri. “Kemudian yang sembuh ada 31.27 orang dengan tingkat kesembuhan 75,8 persen, dan yang meninggal dunia ada 1.219 orang dengan tingkat kematian tiga persen,” jelas Dwi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/kontainer-bermural-yang-dijadikan-laboratorium070720201.jpg)