Virus Corona
Waspada! Pasien Covid-19 Disertai Gejala Happy Hipoxia yang Bisa Mempercepat Kematian
Baru-baru ini satu keluarga di Banyumas meninggal akibat positif Covid-19, salah satu pemicunya pasien mengalami sesak napas.
WARTAKOTALIVE.COM -- Baru-baru ini satu keluarga di Banyumas meninggal akibat positif Covid-19, salah satu pemicunya pasien mengalami sesak napas.
Kalau dokter bilang itu yang disebut dengan happy hypoxia. Apa saja gejalanya?
Hipoksia adalah kondisi rendahnya kadar oksigen di sel dan jaringan. Akibatnya, sel dan jaringan yang ada di seluruh bagian tubuh tidak dapat berfungsi dengan normal.
Hipoksia merupakan kondisi yang perlu diwaspadai karena jika dibiarkan, kondisi ini bisa menyebabkan kematian jaringan.
• REKOR Baru Tambahan 3.003 Pasien Covid-19 di 28 Agustus 2020, DKI Penyumbang Terbanyak 869 Orang
Nomalnya, oksigen yang diperoleh melalui kegiatan bernapas akan diangkut oleh darah dari paru-paru menuju ke jantung.
Jantung selanjutnya akan memompa darah yang kaya oksigen ke seluruh sel tubuh melalui pembuluh darah. Hipoksia terjadi saat oksigen tidak sampai ke sel dan jaringan.
Akibatnya kadar oksigen di jaringan akan turun yang diikuti dengan kemunculan keluhan dan gejala.
Warga Kota Semarang, Jawa Tengah, diminta mewaspadai gejala happy hypoxia yang dialami pasien Covid-19.
• Inilah Inovasi Keselamatan Dokter dan Tenaga Medis Saat Tangani Pasien Covid-19
Apalagi happy hypoxia sudah dialami orang terjangkit virus corona di beberapa daerah.
"Gejala ini cukup berbahaya kalau tidak diawasi. Jadi perlu diwaspadai karena pasien tidak merasakan sakit atau gejala apa-apa tapi tiba-tiba bisa sesak napas," jelas Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam saat dihubungi Kompas.com, Kamis (27/8/2020).
Happy hypoxia merupakan kondisi pasien mengalami tingkat saturasi oksigen dalam darah rendah yang bisa menyebabkan ketidaksadaran hingga kematian.
Sebelumnya, gejala happy hypoxia dialami pasien Covid-19 yang meninggal dunia di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Untuk mengantisipasinya, kata dia, perlu dilakukan pengawasan ketat oleh dokter penanggung jawab pelayanan di setiap rumah sakit.
"Masing-masing DPJP (dokter penanggung jawab pasien) pasti sudah mengawasi pasien dengan gejala seperti ini (happy hypoxia)," jelasnya.
FOLLOW US
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pasien-covid-19-disertai-gejala-happy-hipoxia.jpg)